Koordinator Kampung Burung Bioro RW06 Kelurahan Jatimulyo Lukman Efendi mengungkapkan, kampungnya terbentuk secara resmi sudah lima bulan terakhir. Dimana hingga saat ini ada 20 lebih warga yang hobi di bidang perburungan, seperti burung kenari, love bird, dan pleci.
”Tiap minggu, semua burung milik warga ditaruh di sepanjang jalan tadi. Di depan rumah,” kata pria tiga anak ini.
Menurutnya, hingga saat ini sudah ada lima titik pengembangbiakan perburungan tersebut. Dimana ide ini muncul karena di kampung tersebut banyak warga yang hobi di bidang perburungan. ”Sekalian dibuat ikon kampung RW06 saja," terangnya.
Sementara itu, Ketua RW06 Kelurahan Jatimulyo Budi Prasojo menambahkan, Kampung Burung Bioro tersebut juga membawa dampak positif bagi warga. Karena tiap Minggu warga juga bisa berjualan di sepanjang jalan tersebut. ”Di sana juga ada senam untuk warga. Yang jualan warga sini semua,” terang pria satu anak ini.
Tak hanya itu, lanjut Budi, di tempatnya juga ada tiga titik urban farming warga. Namun, tujuan utama dibuat ini untuk edukasi ke masyarakat agar peduli dengan lingkungan. ”Warga secara suka rela bikin sendiri,” kata dia.
Terpisah, Lurah Jatimulyo Purnomo menyampaikan, pihaknya tidak menargetkan juara tertentu dari tiga RW yang diikutkan lomba tersebut. Karena yang terpenting adalah ada kesadaran warga terhadap lingkungan. ”Tapi tiga RW yang ikut ini adalah juara satu sampai tiga lomba toga tingkat kelurahan,” jelas dia.
Pewarta: Imam Nasrodin Editor : Editor : Hendarmono Al S.