Saat tim juri Kampung Bersih melakukan kunjungan lapangan di RW yang memiliki 5 RT tersebut, tampak beberapa inovasi bahan daur ulang. Baik di pintu masuk gang maupun di tembok pintu masuk gang (vertical garden).
"Semua yang mengerjakan warga secara suka rela. Mereka ingin kampungnya tampak asri," kata Wakil Ketua RW 01 Kelurahan Merjosari Edi Hariyanto, Selasa (13/10).
Tak hanya itu, di rumah sehat juga disuguhkan berbagai tanaman dan bunga. Termasuk sebuah sumur resapan di dalamnya. "Rata-rata ada beberapa titik sumur resapan di tiap RT," terang dia.
Selain itu, lanjutnya, warga juga punya inisiatif untuk membuat wastafel (cuci tangan) dari bahan sederhana 'corong'. Karena dari segi biayanya juga relatif terjangkau. "Yang penting fungsinya sama. Ini lebih murah," jelas dia.
Sementara itu, Ketua Tim Juri Kampung Bersinar Sudiro menyampaikan, secara garis besar beberapa inovasi warga dalam memanfaatkan barang daur ulang sudah bagus. Namun, memang ada juga catatan yang perlu disempurnakan ke depan.
"Secara umum, inovasi dalam memanfaatkan limbah sudah lumayan bagus," jelas pria yang juga dosen ITN Malang ini.
Pewarta: Imam Nasrodin Editor : Editor : Hendarmono Al S.