Sekretaris TACB Kota Malang Agung H. Buana mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyurvei menara garling di delapan tempat. Salah satu menara garling di Jalan Nusa Kambangan pada Rabu (14/10) disurvei oleh TACB Kota Malang.
“Ini kan salah satu ODCB yang luput dari perhatian dan coba kita ajukan ke wali kota,” katanya.
Agung menambahkan, menara tersebut setelah ditelusuri merupakan peninggalan tentara Jepang tahun 1942. Sirine pada menara tersebut juga sempat digunakan TNI AU sebagai tanda latihan militer. Menurut Agung, warga Kota Malang memiliki kenangan tersendiri dengan bunyi sirine sebagai penanda bahaya.
“Jika sudah menjadi benda cagar budaya ada perawatan berkala untuk sirine,” jelasnya.
Garling alias Gardu Seruling pada zaman dahulu memiliki fungsi, salah satunya tanda jika ada bahaya dari udara. Sirine atau seruling dapat dioperasikan manual ataupun dengan listrik. Untuk yang manual, para pekerja memutar seruling tersebut. Mereka bisa naik melalui tangga yang tersedia di menara. Dua cara pengoperasian ini difungsikan apabila terjadi pemadaman listrik.
Pewarta: Aditya Novrian
Editor : Shuvia Rahma