"Pasukan gabungan pengamanan dari TNI Polisi sebanyak 3000 personel telah kami siapkan. Selain itu kami juga melakukan penyekatan massa aksi di batas-batas kota," ujar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata
Ia mengatakan, pihaknya mempersilahkan masyarakat menyampaikan aspirasi dan pendapatnya. namun ia memberi catatan bahwa saat ini demonstrasi sangat mudah untuk ditunggangi sehingga sangat berpotensi untuk ricuh seperti yang terjadi pada Kamis (8/10) lalu.
"Itu kan merupakan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat, monggo silahkan. Namun kami berpesan saat saat ini setiap kegiatan unjuk rasa berpotensi ada yang menunggangi dan memprovokasi, seperti kegiatan unjuk rasa pada Kamis (8/10) lalu. Dan kami sudah ingatkan dan sampaikan (ke koordinator aksi unjuk rasa) bahwa aksinya berpotensi ditunggangi," papar dia saat ditemui di Polresta Malang Kota, Senin (19/10).
Rencananya aksi tersebut akan dipusatkan di perempatan Jalan Semeru - Jalan Kahuripan (perempatan Rajabali) dan gedung DPRD Kota Malang. Sehingga ia pun juga mempertanyakan alasan para pengunjuk rasa tersebut mengambil titik demo di perempatan Rajabali.
"Menjadi pertanyaan karena titik unjuk rasa juga dipusatkan di perempatan Rajabali, ini ada apa? sementara tempat menyampaikan pendapat atau aspirasi ada di gedung DPRD, dan kami juga telah menyiapkan komunikasi dengan perangkat dewan," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa tersebut tidak tepat bila dilakukan di perempatan Rajabali.
"Kalau di perempatan Rajabali, yang mau disampaikan pendapatnya ke siapa. Padahal di sana (perempatan Rajabali) hanya ada perkantoran dan perbankan. Malah nanti jadinya merugikan masyarakat yang beraktivitas, kan kasihan ambulans yang mau ke rumah sakit atau warga yang mau ke kantor," tandasnya.
Pihak yang akan melaksanakan aksi demo (20/10) besok mengatasnamakan Aliansi Malang Melawan. Dalam aksinya itu, para pengunjuk rasa akan menuntut dua hal yaitu menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja dan terbitkan Perpu Pembatalan UU Omnibus Law Cipta Kerja.
Pewarta: Errica vannie Editor : Shuvia Rahma