"Pasukan gabungan pengamanan dari TNI Polisi sebanyak 3000 personel telah kami siapkan. Selain itu kami juga melakukan penyekatan massa aksi di batas batas kota," papar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata pada Senin (19/10) kemarin.
Usai apel pagi, para personel keamanan yang terdiri dari unsur polisi, TNI melakukan penjagaan di sekitar bundaran Tugu Malang.
Rencananya aksi demo yang kabarnya dilakukan oleh Aliansi Malang Melawan (AMM) dan Solidaritas Buruh tersebut akan dipusatkan di perempatan Jalan Semeru - Jalan Kahuripan (perempatan Rajabali) dan gedung DPRD Kota Malang.
"Titik unjuk rasa juga dipusatkan di perempatan Rajabali, ini ada apa. Sementara menyampaikan pendapat atau aspirasi ada di gedung DPRD, dan kami juga telah menyiapkan komunikasi dengan perangkat dewan," jelasnya.
Dalam aksi ini mahasiswa yang diwakili BEM Malang Raya, menyatakan sudah tidak bergabung dalam Aliansi Malang Melawan yang menyelengarakan aksi demo pada Selasa (20/10).
"Untuk hari ini kami tidak turun. Namun kami tetap mengawal proses ini karena untuk nafas perjuangan tidak putus," ungkap Mahmud, Koordintor BEM Malang Raya.
Pewarta: Errica Vannie Editor : Shuvia Rahma