Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

57 Kelurahan di Kota Malang Unjuk Pamer Desain Batik Malangan

Editor : Hendarmono Al S. • Rabu, 21 Oktober 2020 | 23:16 WIB
Peserta Gelar Batik Malangan berfoto bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua Dekranasda Kota Malang Widayati. (Adela Oki Nur Aini/Radar Malang)
Peserta Gelar Batik Malangan berfoto bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua Dekranasda Kota Malang Widayati. (Adela Oki Nur Aini/Radar Malang)
MALANG KOTA – Cuma di Gelar Batik Malangan dan Produk Unggulan Kota Malang, 57 kelurahan di Kota Malang bisa eksis pamer desain batik rancangannya di atas panggung. Bak model profesional, bertempat di Kartini Imperial Building, hari ini (21/10), ratusan perwakilan kelurahan dari lima kecamatan di Kota Malang berpose untuk memamerkan batik Malangan buatannya sendiri.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Malang Widayati menjelaskan, agenda yang berlangsung mulai 21-24 Oktober dalam rangka memperingati hari jadi ke-75 Provinsi Jatim merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang, Dekranasda, dan Diskoperindag Kota Malang untuk membangkitkan industri kecil dan menengah (IKM).

“IKM kita kolaborasikan dengan penjahit, desainer, dan dengan pak lurahnya. Hari ini terjadilah pagelaran fashion show untuk mengangkat Batik Malangan . Kita tau Malangan kaya dengan heritage, ada banyak (desain) seperti topeng, tugu, bunga teratai,” ujarnya.

Gelaran Batik Malangan tersebut disebut sukses besar meski persiapan singkat. “Kita sampaikan pada pak lurah dan pak camat tidak sampai 1 bulan hanya 2 minggu, tapi ibu-ibu semua sudah bisa memakai dan menampilkan karya baju yang sudah jadi dari batik Malangan,”paparnya.

Kedepannya, Widayati menyatakan jika pemerintah kedepan berencana mendongkrak produksi Batik Malangan dengan menghadirkan alat printing.

“Bapak (Wali Kota Malang) kepingin bisa mewadahi, jadi perajin membuat corak motifnya tetapi nanti pemerintah mewadahi dengan printing. Alatnya kan mahal, kalau dilakukan oleh IKM saya kira itu menjadi berat maka pemerintahlah yang akan bergerak nantinya,” jelasnya.

Selain lewat bazaar sebagai ajang pemasarannya, Widayati menyebutkan Dekranasda juga membantu pemasaran lewat online seperti YouTube.

“Kita sendiri juga membuat kegiatan online marketer pelatihan untuk pemasaran. Jadi jaman sekarang memasarkan tidak harus mahal,” imbuhnya.

Wali Kota Malang Sutiaji menambahkan, kegiatan ini salah satu peluang membangkitkan IKM. “Kita terus menguatkan pemasaran IKM, hingga bersaing di luar negeri,” ujarnya.

Salah satu desainer asal Kelurahan Purwodadi, Hani mengatakan meski waktu terbatas pihaknya tetap bisa berkreasi dengan apik.

“Belum ada khasnya jadi ambil motif topeng Dewi Ragil Kuning dan paduan warna hijau jadi pas show cerahnya dapat,” tutupnya

Selain pameran, ada juga bazaar, talkshow, dan workshop gratis untuk bisa diikuti semua warga Kota Malang.

Pewarta : Adela Oki Nur Aini
Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#Adl #Desain Batik #dekranasda kota malang #Batik malangan #RMOC