Hal ini dikemukakan Sekretaris Umum Yayasan Sabilurrosyad, H Warsito. Ia menyebut bahwa ibunda dari Ketua PWNU Jatim tersebut memiliki riwayat sakit diabetes di usianya yang sudah lebih dari 80 tahun.
"Kurang lebih sekitar dua bulan sudah tidak bisa berdiri, awalnya karena jatuh lalu ada luka, setelah diperiksa ternyata ada penyakit diabetes," terang Warsito ditemui usai memimpin salat Jumat di Masjid Pondok Gasek, siang ini (23/10).
Namun demikian, Warsito melanjutkan, jelang hari Jumat (23/10), kondisi almarhumah yang berada di Desa Karangsone, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, tersebut makin melemah sebelum akhirnya meninggal dunia pada pukul 04.45 pagi tadi.
"Habis ada kabar (duka) itu langsung yang di sini (Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek) mengadakan doa bersama dan tahlil. Ini pengurus dan pengasuh ponpes pagi tadi langsung berangkat ke Blitar untuk mengikuti pemakaman yang rencananya jam 09.00," kata Warsito.
Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menginstruksikan pengurus wilayah, pengurus cabang, mwc, dan ranting serta seluruh warga nahdliyin untuk melaksanakan sholat ghaib dan tahlil ditujukan untuk almarhumah. Instruksi salat gaib dan tahlil dituangkan dalam nomor 779/PW/A-II/L/X/2020 tertanggal 23 Oktober 2020.
Pewarta: Biyan Mudzaky H Editor : Editor : Hendarmono Al S.