Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mahasiswa Timur Turun Jalan, Tuntut Penutupan Pulau Komodo

Shuvia Rahma • Rabu, 4 November 2020 | 21:52 WIB
Mahasiswa timur yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa timur Melawan melakukan aksi memprotes pembangunan Pulau Komodo (Rubianto / Radar Malang)
Mahasiswa timur yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa timur Melawan melakukan aksi memprotes pembangunan Pulau Komodo (Rubianto / Radar Malang)
MALANG KOTA - Sebanyak 50 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Timur Melawan memadati Jalan Kahuripan pada Rabu (4/11). Mereka melakukan aksi unjuk rasa (unras) menyuarakan solidaritas menolak pembangunan "Jurassic Park" di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Koordinator aksi, Arafik Burhan mengatakan, pembangunan Jurassic Park tersebut akan mematikan ekosistem maupun spesies hewan unik secara perlahan. Apalagi, kawasan tersebut sudah ditetapkan sebagai taman konservasi.

”Tidak hanya itu, muncul konflik lagi yakni perampasan tanah adat masyarakat Besipae yang juga perlahan mematikan budaya NTT," katanya.

Dia menambahkan, aksi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Timur Melawan menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT bersikap adil. Mereka menganggap Pemprov telah lalai dalam menjaga wilayah dan budaya aslinya.

Selain menuntut pengembalian Pulau Rinca, mereka juga menuntut pencabutan Omnibus Law. Pengesahan Omnibus Law menurut mereka sama saja dengan melancarkan pengerusakan alam di kawasan Pulau Rinca.

”Kami menuntut pemerintah pusat maupun daerah agar tegas dalam menjaga lingkungan karena ini rakyat juga memiliki aset tersebut," tandasnya




Pewarta: Aditya Novrian
Editor : Shuvia Rahma
#aliansi mahasiswa timur melawan #omnibus law #rub #pulau rinca #RMOC #save komodo #dit