Koordinator aksi, Arafik Burhan mengatakan, pembangunan Jurassic Park tersebut akan mematikan ekosistem maupun spesies hewan unik secara perlahan. Apalagi, kawasan tersebut sudah ditetapkan sebagai taman konservasi.
”Tidak hanya itu, muncul konflik lagi yakni perampasan tanah adat masyarakat Besipae yang juga perlahan mematikan budaya NTT," katanya.
Dia menambahkan, aksi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Timur Melawan menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT bersikap adil. Mereka menganggap Pemprov telah lalai dalam menjaga wilayah dan budaya aslinya.
Selain menuntut pengembalian Pulau Rinca, mereka juga menuntut pencabutan Omnibus Law. Pengesahan Omnibus Law menurut mereka sama saja dengan melancarkan pengerusakan alam di kawasan Pulau Rinca.
”Kami menuntut pemerintah pusat maupun daerah agar tegas dalam menjaga lingkungan karena ini rakyat juga memiliki aset tersebut," tandasnya
Pewarta: Aditya Novrian
Editor : Shuvia Rahma