Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

DKM Kenalkan Sejarah dan Filosofi Payung dari Daun melalui Workshop

Editor : Hendarmono Al S. • Jumat, 20 November 2020 | 00:17 WIB
Peserta workshop membuat payung berbahan baku daun yang digelar Dewan Kesenian Malang (DKM), Kamis (19/11). (Errica Vannie/Radar Malang)
Peserta workshop membuat payung berbahan baku daun yang digelar Dewan Kesenian Malang (DKM), Kamis (19/11). (Errica Vannie/Radar Malang)
MALANG KOTA – Dewan Kesenian Malang (DKM) menggelar workshop membuat payung dari daun, Kamis (19/11). Acara yang merupakan rangkaian Pameran Payung Mbah Rasimun ini tak hanya mengajarkan cara pembuatannya saja, melainkan juga mengenalkan sejarah dan filosofinya.

Kegiatan yang diadakan di Jalan Majapahit ini diikuti oleh 20 peserta yang mendaftarkan diri melalui media sosial dan website DKM.

"Kegiatan workshop membuat payung dari daun ini tujuannya agar mengingatkan kita bahwa payung itu adalah peninggalan nenek moyang kita. Ini dibuktikan di dalam relief-relief candi yang terdapat gambar payung. Memang, dulu disebutkan bukan payung namanya, tetapi tunggul," terang Priyo Sunanto Sudi, pemateri workshop DKM, Kamis (19/11).

Pria asal Kampung Cempluk itu melanjutkan, tunggul sendiri hakikatnya adalah suatu benda untuk menguatkan. "Selain menguatkan juga bisa menaungi semua yang ada di bawahnya," terangnya.

Selain itu, Priyo mengungkapkan, daun yang dipakai sebagai bahan payung ini memiliki arti khusus. "Ada pesan yang disampaikan pula dari bahan daun ini. Kita di zaman modern ini sudah lupa, bahwa payung yang pertama kali dibuat bahannya dari daun. Karena jaman dahulu tidak ada bahan-bahan kain yang tidak tembus air dan segala macam jadi kita dulu pakainya daun," terang dia.

“Workshop ini mengingatkan kembali keberadaan daun yang sangat penting bagi kehidupan,” ujar dia.

Kegiatan dengan Tema Negeri Payung ini juga memberikan pesan agar masyarakat melestarikan lingkungan. "Karena tanaman memiliki peran penting sebagai cikal bakal untuk kehidupan," tutupnya.


Pewarta: Errica Vannie Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#payung daun #Eri #dewan kesenian malang #RMO #Workshop