Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Absensi? Jangan Pakai Finger Print Deh

Shuvia Rahma • Selasa, 1 Desember 2020 | 03:33 WIB
Staf Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Provinsi Jatim, Ismayani saat memberikan materi dihadapan para peserta seminar. (Ubaidillah / Radar Malang)
Staf Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Provinsi Jatim, Ismayani saat memberikan materi dihadapan para peserta seminar. (Ubaidillah / Radar Malang)
MALANG KOTA – Hampir seluruh sekolah dan kantor menggunakan finger print untuk mengisi daftar hadir. Di era pandemi sekarang finger print tidak disarankan untuk digunakan dikarenakan ada kontak fisik secara tidak langsung jika digunakan bersama.

“Finger print harus dihindari karena virus bisa menempel di mana saja,” ungkap Ismayani S KM MKes dalam acara Sosialisasi Komunikasi Perubahan Perilaku yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang, Senin (1/12).

Ismayani menuturkan bahwa lebih baik daftar hadir dilakukan secara manual. Penggunaan finger print harus dihindari, karena faktor utama penyebaran virus Covid-19 berasal dari tangan.

“Tangan kita merupakan sumber penyebaran virus, maka dari itu untuk pengisian daftar hadir di sekolah ataupun kantor harus ditulis saja,” imbuh Ismayani.


Dalam acara yang diikuti oleh pramuka Saka bhakti Husada dan kader Posyandu tersebut, juga diberikan pemahaman cara mengomunikasikan protokol kesehatan dengan 3M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan dan menjaga jarak. Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Dinkes Kota Malang, Dyah Setyati menambahkan, target yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut adalah para peserta mampu mengomunikasikan 3M kepada masyarakat.

"target jangka panjangnya adalah 3M ini menjadi habit atau kebiasaan di masyarakat, sehingga ke depan, mata rantai Covid-19 bisa diputus," jelas Dyah.




Pewarta : M. Ubaidillah Editor : Shuvia Rahma
#JPRM #dinkes kota malang #COVID-19