“Saat itu kampung kita memenangi lomba Clean and Green tahun 2012 dan nominasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara nasional,” paparnya. Bukan hal mudah mendorong warga sekitar untuk bisa mengelola lingkungannya dengan baik dan benar. Saat itu dia memanfaatkan perannya sebagai ketua RW periode tahun 2009 sampai 2011.
Saat menjadi ketua RW itu dia mengajak warga untuk mengumpulkan sampah kering yang nanti dikumpulkan dan dijual. “Sistemnya itu sedekah, semua sampah dikelola di tingkat RT. Sampai hari ini sistem itu tetap berjalan,” jelas ayah dua anak ini. Tidak hanya itu, contoh lain misalnya di kampungnya wajib memiliki setidaknya 20 biopori aktif juga tetap berfungsi dengan baik.
Tidak hanya itu, penataan pemukiman meliputi jalan, saluran, taman dan pengelolaan sampah dengan kegiatan komposting. Selain secara fisik, dia juga mendorong warganya untuk berperilaku hidup sehat seperti dilarang membuang sampah sembarangan dan harus dipilah serta dilarang merokok di sembarang tempat.
Ada juga paguyuban yang dibentuk di lingkungan ini seperti paguyuban HIPPAM, paguyuban kader pos PAUD, paguyuban kesehatan lingkungan, juru pemantau jentik dan lain lain. ”Karena mungkin saya berperan sebagai penggerak di wilayah RW 3 akhirnya saya diajar melalui Kader Lingkungan Kota Malang,” lanjutnya.
Pewarta: Intan Refa Septiana
Editor : Ahmad Yani