Dalam acara tersebut, Disperindag memberikan pelatihan pembuatan game 2D berbasis mobile aplikasi. Selain diberikan pelatihan, mereka juga ditantang praktik langsung melalui simulasi menerima orderan pembuatan game.
"Jadi mereka seolah-olah mendapatkan klien dan diberi deadline sampai jam empat sore. Sehingga dari tim yang ada, mereka nanti selain harus bisa menyelesaikan pesanan tepat waktu juga presentasi di depan klien juga," kata Aries Juhandojo, Kasi Desain Produk Industri dan Teknologi Kreatif Disperindag Jatim.
Tak hanya pelajar dan mahasiswa saja yang mengikuti pelatihan ini, tetapi juga guru juga turut hadir untuk belajar membuat game interaktif. Sehingga tim yang terdiri dari beragam elemen itu harus bisa bersinergi dalam membuat game.
"Guru pun perlu menginovasikan metode pembelajarannya agar modul yang disampaikan supaya interaktif,” kata Aries.
Menurut Aris, pelatihan ini digelar karena lapangan kerja tidak selalu ada di masa pandemi, namun jumlah angkatan kerja di Jawa Timur pada bulan Agustus 2020 mencapai 22,26 juta orang. Jumlah itu naik 396,37 ribu orang dibanding Agustus 2019.
Apalagi dalam setahun terakhir, ujar dia, pengangguran naik hingga 466,02 ribu orang dan angka tingkat pengangguran terbuka naik sampai 2,02 persen poin menjadi 5,84 persen pada bulan Agustus 2020. Sehingga pelatihan ini digelar dengan harapan mengurangi angka pengangguran.
"Sehingga harapannya ini bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat khususnya kaum milenial melalui rekruitmen mentor, talenta, dan client di 5 Bakorwil di Jawa Timur. Termasuk di Bakorwil III Malang ini untuk melakukan pendampingan terhadap IKM, kegiatan MJC ini banyak didukung oleh berbagai OPD di Provinsi Jawa Timur," ujarnya.
Pewarta : Errica Vannie Editor : Editor : Hendarmono Al S.