“Saya sengaja datang kemari untuk melihat kondisi gorong-gorong pasca banjir Sabtu lalu, sebetulnya hari sabtu saya sudah menuju kemari dari kawasan Pahlawan Trip; namun karena kemacetan yang luar biasa, saya tidak bisa masuk ke kawasan ini," ujar Sutiaji.
Dia mengatakan, sampah dan timbunan sedimen masih menjadi penyebab utama dari banjir yang terjadi di kawasan Suhat. Padahal sampah dan sedimen di kawasan tersebut telah rutin dibersihkan tiap dua minggu sekali
"Kembali lagi faktor kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan harus terus ditingkatkan terutama di masa pandemi ini; tujuannya tentu untuk menjaga kesehatan kita," ujar dia.
Kader Partai Demokrat tersebut berpesan kepada seluruh masyarakat di Kota Malang untuk selalu menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya. “Banjir ini tidak akan terjadi dan lalu lintas juga tidak menjadi macet, karena kemacetan juga menjadi salah satu media penyebaran virus Covid-19, saat macet, kita membuka kaca mobil dengan situasi yang berdempetan maka akan menjadi peluang untuk virus menyebar," tukasnya.
Pihaknya juga menginstruksikan agar program Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) akan kembali digerakkan setiap hari jumat dengan tujuan agar gorong-gorong di Kota Malang bersih dan air dapat lebih lancar jalannya.
Pewarta: Arlita Ulya
Editor : Shuvia Rahma