Dalam catatan Dinas Kesehatan Kota Malang, angka laporan kasus DBD terpantau memang menurun. “Tahun 2019 itu yang meninggal 3, tahun 2020 tidak ada yang meninggal,” terang Kasi Penyakit Menular dr Bayu Tjahjawibawa. Secara rinci sepanjang tahun 2019 ada 527 kasus demam berdarah, 3 diantaranya meninggal dunia. Sementara di tahun 2020, jumlah laporan kasus menurun menjadi 277 kasus dengan nihil laporan kematian akibat penyakit ini.
Tahun 2019, 3 pasien DBD yang meninggal, satu diantaranya berusia di bawah 1 tahun dan 2 lainnya berusia di bawah 9 tahun. “Yang dua ini kakak adik, tinggal sama neneknya. Gejalanya sih panas, dibawa ke Puskesmas, ketahuan sebenarnya ini DBD tapi dibawa pulang lagi,” terang dr Bayu. Setelah itu, kondisinya tak kunjung membaik, barulah dibawa ke rumah sakit tapi sudah terlambat.
Sementara itu sepanjang tahun 2020, memang terjadi penurunan angka laporan kasus sebesar 50 persen. Akan tetapi puskesmas Janti masih mendominasi angka tertinggi laporan kasus sebanyak 38 laporan. Disusul dengan puskesmas Mulyorejo sebanyak 28 kasus dan puskesmas Gribig sebanyak 27 kasus. Untungnya, sepanjang tahun 2020 ini, DBD tidak sampai menelan korban jiwa.
Pewarta: Intan Refa Septiana
Editor : Ahmad Yani