Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Angka Kematian Tinggi, Wali Kota Malang Sebut Verifikasi Data Lambat

Shuvia Rahma • Senin, 11 Januari 2021 | 22:13 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji (Ubaidillah / Radar Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (Ubaidillah / Radar Malang)
MALANG - Persentase kematian akibat Covid-19 di Kota Malang relatif tinggi. Menurut Wali kota Malang, Sutiaji, pasien dengan komorbid dan keterlambatan verifikasi data dari puskesmas membuat rasio kematian Covid-19 di Kota Malang susah ditekan.

"Rata-rata pasien yang masuk rumah sakit dalam kondisi saturasi oksigen di bawah 90-80 persen, sehingga dibutuhkan ventilator untuk merawat pasien," ujar Sutiaji.

Ia menuturkan, penyakit bawaan (komorbid) menjadi pemicu angka kematian yang tinggi. Pada saat yang sama, mutasi virus juga membuatnya semakin mematikan. ia mencontohkan, ada pasien yang hasil swab hingga tiga kali menunjukkan hasil negatif, namun swab ke empat dan kelima, menunjukkan hasil positif.

"Semakin hari virusnya semakin cerdas," kata politisi Partai Demokrat ini.

Tingginya persentase kematian juga disebabkan karena keterlambatan verifikasi data dari puskesmas yang cenderung lambat. Saat ini, jumlah pasien aktif mencapai 329, sementara yang belum terverifikasi mencapai 219.

"Idealnya, puskesmas sudah memberikan data yang lengkap mengenai kondisi pasien, dan harus selesai semua," tambahnya.

Menurut Sutiaji, jika saja data yang diberikan ke rumah sakit rujukan lengkap, maka tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Kota Malang akan ikut terdongkrak.

"Data yang dilaporkan harus segera diselesaikan. Seperti kemarin, ada pasien yang positif, tapi ternyata sudah sembuh satu bulan yang lalu. Ini harus menjadi evaluasi mengenai keterlambatan verifikasi," tutupnya.

Hingga 10 Januari 2021, jumlah kasus terkonfirmasi positif mencapai 4226 orang, sementara kasus aktif sebanyak 343 kasus. Untuk angka kesembuhan mencapai 3.480 sedangkan yang meninggal 403 orang.


Pewarta : M. Ubaidillah Editor : Shuvia Rahma
#komorbid #Kesehatan #COVID-19 #RMO #bai #wali kota malang sutiaji #Ventilator #persentase kematian covid-19