Influencer akan melengkapi unsur lain yang akan dipilih, meliputi tokoh medis, pejabat publik, pemuka agama dan tokoh masyarakat, termasuk dari awak media. Menurut Sutiaji, influencer bisa memberikan testimoni demi menangkal hoax terkait vaksin yang banyak beredar di masyarakat.
“Agar bisa menginformasikan hal-hal benar terkait Covid-19, sehingga bisa menangkal hoax yang banyak beredar di masyarakat. Seperti hoax kalau disuntik vaksin, nanti langsung meninggal. Maka dari itu, saya meminta milenial, influncer maupun awak media menjadi sukarelawan tokoh yang akan divaksin pertama,” jelas Sutiaji.
Namun, terkait hal itu pihaknya masih tetap menunggu instruksi dari Provinsi Jawa Timur. Sebab, hingga saat ini, Pemkot Malang baru diminta untuk menyiapkan 10 tokoh pejabat publik untuk divaksinasi. "Insya Allah, tapi dari provinsi ketentuannya (influencer jadi relawan vaksinasi) belum ada," ungkapnya.
Saat ini, sebanyak 77.760 vaksin Covid-19 sudah berada di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Vaksin ini akan dibagikan ke kota dan kabupaten seluruh Jatim. Hingga saat ini, kuota vaksin masing-masing daerah belum turun karena menunggu instruksi dari pusat. Namun, vaksinasi tahap pertama ini akan diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan (nakes).
Pewarta : Errica Vannie, Andika Satria Perdana Editor : Shuvia Rahma