Marketing and Communication Manager Matos, Listyo Rahayu Sasmita, menyebut bila pihaknya tahun ini cenderung fokus pada kegiatan-kegiatan amal.
”Salah satunya seperti donor darah itu (kami selenggarakan) Selasa (selasa) sampai Kamis,” terang Sasmita.
Rencananya, puncak kegiatan donor darah akan dihadiri Panglima Divif 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto. Sementara itu, serangkaian kegiatan lainnya juga sudah disiapkan pihaknya. Meski begitu, ia mengaku bila manajemen Matos masih akan menunggu kebijakan dari pemerintah soal perayaan Imlek tahun ini.
”Apakah nanti diijinkan atau tidak,” jelasnya. Biasanya, perayaan Imlek kerap diselingi pertunjukan Barongsai. Sasmita sendiri mengaku, bila pihaknya masih belum berani menggelar pertunjukan itu. Alasannya untuk menghindari kerumunan warga. Event yang dihadirkan pun sifatnya lebih soft. Selain donor darah, ada juga event Tiktok challenge.
”Nanti peserta yang ikut akan membuat video Tiktok di spot-spot foto kami,” imbuh dia.
Di samping itu, ada juga event photo contest yang tersaji. Background untuk event itu sudah disiapkan Matos. Seperti spot foto patung kerbau berwarna emas, atau bunga sakura yang bisa ditemui di depan pintu masuk Matos. Selain itu juga ada kebun anggur yang berada di dalam Mal, tak jauh dari pintu masuk. Juga aneka lampion yang terpasang di sejumlah sudut mal.
”Ada juga lucky angpao yang nanti akan diberikan kepada pengunjung yang berbelanja dalam jumlah (transaksi) tertentu,” paparnya.
”Kami rencananya juga mengadakan acara sejenis kakang mbakyu, tapi perpaduan antara Jawa dan Chinese,” tambah Sasmita.
Ajang itu rencananya akan digeber secara virtual, dengan konsep Kakang Cici dan Koko Mbakyu.
Secara umum, meski nilai transaksi di Matos mengalami penurunan, pihaknya tetap menaruh optimisme untuk menjadi bagian dalam menjalankan ekonomi di tengah pandemi.
”Sudah 10 persen dari 801 unit yang terpaksa tutup,” sambungnya. Dengan tetap menggeber event, ia berharap nilai transaksi di Matos bisa berangsur-angsur normal. (ref/by/rmc)
Editor : Shuvia Rahma