Ada berbagai patung dewa yang dibersihkan, mulai dari yang berukuran sekitar 10 cm hingga yang paling besar sekitar 2 meteran. Selain dicuci dengan menggunakan air, sabun, dan air bunga mawar, pakaian yang dikenakan oleh para dewa juga turut diganti. Proses pembersihan ratusan patung dewa itu memerlukan waktu 3 hari hingga 1 minggu lamanya. Para umat Konghucu, Tao, dan Buddha juga membersihkan altar dan almari tempat patung dewa disimpan.
Sehari sebelumnya, juga telah dilakukan sembahyang Sang Sien. ”Meski tak sebanyak biasanya, kami tetap melakukan ritual ini, dengan tujuan mengantarkan arwah para dewa ke khayangan untuk melaporkan rapor manusia selama setahun ini,” ujar Sekretaris Yayasan Kelenteng Eng An Kiong Kota Malang Rudi Pan.
Upacara Sang Sien di kelenteng memang dihelat sepekan sebelum datangnya hari Imlek. Nantinya, dewa itu akan kembali dari kayangan setelah 3 hari perayaan Imlek. ”Jadi nanti baru kembali 15 Februari karena perayaan Imlek tahun ini bertepatan pada 12 Februari,” bebernya.
Dia juga mengatakan, karena situasi dan kondisi Imlek tahun ini masih diselimuti pagebluk Covid-19 sehingga kegiatan seperti tahun-tahun sebelumnya contohnya barongsai tidak dilakukan.
Sementara, untuk hari ini (7/2), Rudi melanjutkan, pihaknya akan membersihkan total. Hal ini memang menjadi tradisi rutin dalam setiap tahunnnya, ketika hendak menyambut tahun baru Imlek. ”Juga dilakukan pengecatan di setiap sudut ruangan, Jadi semuanya dibersihkan, patung-patung juga dibersihkan,” imbuhnya.
Tentunya, pemasangan pernak-pernik ornament juga dilakukan untuk mendukung keindahan kelenteng. Terlebih, seperti diketahui, ornamen itu juga memiliki makna filosofi tersendiri. Seperti contoh, lampion yang tergantung di depan pintu rumah dipercaya bisa menghalau hal-hal buruk dari luar. Begitupun dengan warna merah pada lampion yang dikombinasikan dengan warna gold melambangkan penerang jalan menuju kebahagian.
Sedangkan makna dari lilin sebagai penerang rezeki, adanya lilin menjadi lambang dari doa yang terkabul di tahun sebelumnya dan doa yang akan dipanjatkan di tahun baru ini.(rmc/arl/ulf/mas) Editor : Ahmad Yani