Direktur RSUD Kota Malang Husnul Muarif menyampaikan bahwa RSUD Kota Malang akan menambahkan Poli dan IGD (Instalasi Gawat Darurat) khusus Covid-19, di samping menambah ICU khusus Covid-19.
"Sebenarnya fasilitas hampir sama, tetapi ICU ini khusus penanganan Covid-19 saja. Jadi yang hasil swabnya positif dan butuh penanganan intensif langsung masuk ke ICU Covid-19," ujar pria berkacamata itu.
Karena ada beberapa fasilitas tambahan seperti ICU Covid-19, maka RSUD Kota Malang mengupayakan untuk penambahan ventilator."Saat ini kami memiliki ventilator sebanyak 5 unit di ICU reguler. Tapi akan kita upayakan tambah lagi," terangnya
Lalu untuk ketentuan untuk RS rujukan, Husnul mengatakan hal itu adalah wewenang Provinsi dalam menentukan. "Jadi mulai dari penambahan fasilitas, hingga penambahan tenaga kesehatan. Lalu sesuai dengan kriteria provinsi, nanti bisa atau tidaknya masuk ke RS rujukan," pungkasnya.
Awalnya Kota Malang memiliki 7 RS Rujukan. Dengan tambahan 4 RS Rujukan ini Kota Malang memiliki 11 RS Rujukan. Tambahan 4 RS ini adalah, RSUD Kedungkandang Kota Malang, RS Panti Nirmala, RS Lapangan Ijen Boulevard dan Persada Hospital.
Sementara 7 RSUD Rujukan sebelumnya di Kota Malang adalah, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), RST Soepraoen, RS Lavallete, RS Universitas Islam Malang, RSI Aisyiyah, RS Hermina Tangkuban Perahu, dan RKZ Panti Waluyo.
Pewarta : Errica Vannie Editor : Shuvia Rahma