Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

ASN Senior Vs Junior Berebut Lolos 3 Besar Calon Sekkota Malang

Ahmad Yani • Selasa, 23 Maret 2021 | 16:04 WIB
Photo
Photo
MALANG KOTA - Persaingan ketat mulai terasa dalam seleksi sekretaris kota (Sekkota) Malang. Setelah enam kandidat dinyatakan lolos secara administrasi, mereka bakal mengadu keberuntungan di tahapan berikutnya. Karena dari enam nama, hanya akan dipilih tiga nama kandidat saja.

”Setiap peserta seleksi yang namanya tercantum dalam pengumuman (lolos administrasi), diharuskan mengikuti penilaian kompetensi manajerial dan penilaian kompetensi bidang,” kata Ketua Pansel Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Kota Malang, Dr Ir Heru Tjahjono MM. Heru menambahkan hari ini (23/3), seluruh peserta dijadwalkan mengikuti penilaian manajerial atau asesmen di Ibis Styles Surabaya. Setelah itu, Rabu (24/3) hingga Kamis (25/3) akan dilakukan penilaian kompetensi bidang di Grand Mercure Surabaya City.

Beberapa kandidat Sekkota Malang berusaha rileks dan santai menghadapai tahapan seleksi yang akan dijalani. Seperti Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan misalnya. ”Tidak ada persiapan khusus, diikuti saja nanti,” kata dia. Hal serupa juga disampaikan Kepada Disnaker PMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso. ”Seperti biasanya saja (persiapannya), tetap rutin gym dan muay thai,” terangnya lantas tersenyum.

Setelah melewati beberapa serangkaian penilaian, pada 26 Maret mendatang jumlah peserta akan dikerucutkan menjadi 3 besar. Setelah itu, tahapannya bakal berlanjut dengan pemilihan yang dilakukan Wali Kota Malang, Sutiaji. Itu adalah hak prerogatifnya.

Meski belum mendapat nama 3 besar, Wali Kota Malang Sutiaji berharap nanti figur Sekkota dapat diterima seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang. ”Kriterianya ya yang bisa diterima ASN dan masyarakat. Orangnya (harus) smart, profesional, humanis dan bersih,” terang dia. Terlebih, saat ini ia menyebut bila Pemkot Malang masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. ”Banyak PR sebelum RKPD (rencana kerja pemerintah daerah), jadi (Sekkotanya) harus orang yang ngerti bener,” lanjut Sutiaji.

Mengacu pada poin itu, sosok Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Malang, Drs Mulyono MSi, jadi salah satu figur yang konon bisa diandalkan. Ia merupakan salah satu ASN senior di lingkungan Pemkot Malang. Pria kelahiran tahun 1965 itu juga berpengalaman di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni pernah menjadi Kepala Satpol PP, Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Kota Malang serta Sekretaris DPRD Kota Malang. Terakhir, pada 8 Februari lalu, pria yang memiliki pangkat pembina utama muda dan golongan ruang IV/c itu dilantik menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Malang.

Selain nama Mulyono, sosok Subkhan juga disebut-sebut masuk dalam kriteria tersebut. Ia juga sudah berpengalaman mengikuti seleksi jabatan Sekkota. Sebab 4 tahun silam, ia tercatat pernah mengikutinya. Kala itu, ia masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang. Subkhan juga memiliki pengalaman di sejumlah OPD. Ia pernah menjadi Camat Lowokwaru, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kepala Disperin, serta Kepala BKAD Kota Malang. Secara usia, dia memang 3 tahun lebih muda dibandingkan Mulyono. Pada bulan April mendatang, ia akan menginjak usia 53 tahun. Meski begitu, nama Subkhan disebut-sebut sudah cukup familiar bagi ASN Pemkot Malang.

Nama lain yang disebut-sebut juga jadi ”favorit” adalah Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso ST MT. Meski secara usia ia masih terbilang muda, yakni 48 tahun di bulan April mendatang, namun ia dinilai memiliki kedekatan yang baik dengan beberapa pejabat publik di lingkungan Pemkot Malang. Erik juga sempat berdinas di beberapa tempat strategis. Seperti menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang), yang saat ini menjadi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Malang, sejumlah pihak memang lebih menjagokan Erik. Seperti disampaikan salah satu anggota dewan yang enggan disebutkan namanya.”Kami memang menjagokan Erik (untuk jadi Sekkota),” kata sumber tersebut. Secara track record, ia melihat sosok Erik cukup berprestasi ketika menjadi Kepala Barenlitbang. Sebab saat itu Kota Malang banyak berkutat dengan masalah pembangunan dan soal aset. Secara umum, ia melihat bila sosok Tak hanya itu, Erik yang saat ini menduduki Kepala Disnaker-PMPTSP juga mengetahui permasalahan Kota Malang. Investasi dan kebutuhan Kota Malang telah dia ketahui secara detail. ”Kalau menjabat Sekkota, kemungkinan permasalahan yang di Kota Malang dengan cepat bisa diselesaikan,” ucap sumber satu ini. (rmc/arl/adn/by) Editor : Ahmad Yani
#seleksi sekkota #sekda kota malang #tiga besar #sekkota malang #Pansel