Setelah dikerucutkan tiga nama, peserta Seleksi Terbuka Sekkota Malang akan menjalani tes kesehatan dan kejiwaan. Jika sesuai dengan jadwal panitia seleksi (pansel), tes kesehatan dan kejiwaan itu akan digelar 29 hingga 31 Maret. Sebelum ditentukan siapa sekkota terpilih, ke-3 peserta terlebih dulu akan menjalani uji publik.
Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, kegiatan uji publik calon pejabat tersebut merupakan kali pertama dilakukan di Kota Malang. ”Bahkan (uji publik) ini telah diapresiasi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) karena dianggap satu-satunya (daerah kota dan kabupaten) yang memakai uji publik untuk mencari sosok sekkota yang tepat,” ujarnya. Dalam uji publik tersbeut, Forkopimda Kota Malang hingga masyarakat umum secara terbuka bisa megajukan pertanyaan kepada calon sekkota terkait visi misi ke depan.
Terpisah, Komisioner KASN Dr Rudiarto Sumarwono MM mengatakan bahwa tahapan-tahapan seleksi terbuka yang dilakukan dalam pemilihan Sekkota Malang ini telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. ”Yang kami tekankan adalah memastikan susunan pansel seperti apa, tata cara tahapannya seperti apa, jalannya seleksi ini kami pantau sejauh ini sudah sesuai,” kata Rudiarto.
Pihaknya juga mengatakan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi telah sesuai dengan peraturan. ”Kami lihat bagaimana pansel, termasuk sekretariatan pansel itu sudah berjalan dengan baik sehingga dari 6 orang calon yang terpilih sebelumnya sudah kami pastikan semua sesuai dengan syarat administrasi yang telah ditentukan,” terangnya.
Lantas, apa saja yang perlu dimiliki peserta untuk dapat terpilih menjadi sekkota? Rudiarto memaparkan pemimpin birokrasi di sebuah daerah, baik kota, kabupaten, maupun provinsi, harus memiliki kemampuan kompetensi teknis yang terbaik. Kemampuan teknis itu, dia menjelaskan, yakni yang mampu mengelola birokrasi serta memahami permasalahan yang ada.
Selain itu, seorang sekkota juga harus memiliki kompetensi manajerial serta kompetensi sosiokultural yang baik. ”Yakni bagaimana dia bisa menjadi jembatan antara birokrasi dengan wali kota maupun antara birokrasi dengan DPRD,” jelasnya. Yang tidak kalah pentingnya, Rudiarto mengatakan seorang sekkota harus memiliki integritas serta loyalitas yang tinggi.(rmc/arl/mas) Editor : Ahmad Yani