Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan, tema 'Peduli dan Berbagi' pas untuk HUT kali ini. Mengingat situasi pandemi harus disikapi dengan peduli kepada sesama, berbagi sesuatu dengan apa yang kita punya. Hal kecil yang dilakukan, bisa jadi besar untuk orang lain.
“Karena di situasi pandemi begini, teramat perlu memperbanyak empati,” ungkap Sutiaji.
Sutiaji menambahkan, logo tersebut dibuat dengan paduan berbagai warna untuk memberi kesan ceria dan meriah. Tulisan Kota Malang memuat elemen dedaunan berbagai warna menunjukkan bahwa Kota Malang adalah kota bunga yang indah. Angka nol membentuk dua tangan yang saling merangkul, melambangkan kepedulian dan saling berbagi kasih sayang selama pandemi.
“Sebagai pelengkap, angka 1 dan 7 melindungi angka 0, mengartikan Kota Malang sebagai kota yang ramah dan hangat dengan tipikal masyarakat yang suka berbagi dan peduli sesama,” rinci dia.
Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Malang Nur Widianto, mengatakan bahwa perayaan HUT dilaksanakan dengan ketentuan protokol kesehatan yang ketat. Ia menuturkan bahwa akan ada penyesuaian rasionalisasi jumlah massa yang datang.
Ia menambahkan, jika biasanya pada saat HUT akan ada proses penyerahan penghargaan. Namun, pada tahun ini prosesi tersebut akan diganti dengan pelaksanaan vaksinasi drive thru untuk para lansia.
“Acaranya akan diawali dengan prosesi vaksinasi drive thru yang digelar di Jalan Gajahmada hingga Jalan Sultan Agung,” pungkasnya.
Pewarta: Andika Satria Perdana Editor : Shuvia Rahma