“Penerapan absensi ini untuk memantau ASN agar tidak mudik. Sipreti itu dia menunjukkan lokasi secara otomatis saat dia absen,” kata Sutiaji.
Sutiaji menambahkan absensi di lingkungan pemkot Malang tidak hanya dua kali, melainkan tiga kali. Yakni pagi, siang dan sore. “Dan menentukan memang lokasinya, walaupun hari libur karena ini adalah larangan mudik,” lanjutnya.
Pihaknya juga mengancam ASN yang nekat mudik dengan punishment yang ada di PP No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Selain itu, Sutiaji juga tidak ingin kecolongan dengan pemudik yang menggunakan jalan tikus.
“Penyekatan jalan tikus itu nanti masih akan kita rapatkan dengan Forpimda,” pungkasnya.
Pewarta: Intan Refa Septiana Editor : Shuvia Rahma