Mengusung tema ’Sesep Dodolan’, pameran diikuti 30 seniman dengan 40 karya lukisan. “Sesep Dodolan itu artinya seniman sepuh podo dolan nang mal,” ujar Ketua Karya Bumi Ngalam (Kabunga) Yuyun Sulastri.
Dia juga menyebut arti lain Sesep Dodolan adalah seniman sepuh yo iso dodolan. Sehingga pameran ini tidak hanya ajang memajang karya seni, melainkan juga menjual karya para seniman sepuh. ”Rata-rata usia para seniman ini di atas 60 tahun,” bebernya. Tetapi hasil karyanya masih menonjolkan sisi energik mereka, walaupun usianya tak lagi muda.
Setidaknya ada lebih dari 40 lukisan yang dipajang dan 10 booth edukasi. Karya disuguhkan bermacam macam, kebanyakan lukisan jenis realisme. Selain lukisan juga ada tarot, sketsa wajah, payung mbah Rasimun, wayang kulit, topeng dan musik. ”Pameran ini awalnya digelar mulai 5 Mei sampai 12 Mei, tapi dari pihak Matos memastikan bisa diperpanjang sampai tanggal 17 Mei,” ujar perempuan yang juga aktif di Dewan Kesenian Malang ini. Ia menyebut, di hari pertama pembukaan pameran sudah terjual 3 buah lukisan. Pengunjung juga bisa mendapatkan jasa sketsa wajah hanya dengan Rp 25-50 ribu saja.
Yuyun menyatakan berterimakasih kepada pihak Matos yang telah memberi ruang bagi para seniman untuk unjuk karya. Rencananya keuntungan penjualan karya seniman sepuh ini sebagian untuk dibelikan sembako untuk seniman sepuh yang sudah tidak berkarya lagi.
Pewarta: Intan Refa Septiana
Editor : Ahmad Yani