MALANG KOTA – Belasan siswi alumni salah satu SMP negeri di Malang datang ke Mapolresta Malang Kota Rabu siang (9/6). Mereka mengadu telah menjadi korban praktek deepfake konten video porno. Pelaku memasang atau mengedit foto wajah korban ke dalam video film dewasa sehingga seolah-olah mereka yang memerankan adegan syur tersebut.
Sebanyak 16 pelajar putri yang diduga menjadi korban deepfake tersebut berusia antara 14 hingga 18 tahun. Mereka secara resmi melaporkan perkara tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota pukul 13.00. "Jadi 16-an orang ini dulu sama-sama sekolah di salah satu SMP Negeri di Kota Malang, termasuk adik saya. Nah, dalam kasus ini, foto-foto di sosmed para korban di-edit dan digabungkan dengan foto dan video porno," cerita kakak korban yang minta namanya dirahasikan.
Konten video dan foto editan tak senonoh itu diunggah di akun Twitter @DinaAma91559138 yang kini sudah di suspend. "Sebenarnya sudah diunggah setahun lalu, namun para korban baru mengetahui keberadaan gambar itu baru-baru ini, disana ditampilkan foto korban lengkap dengan nama asli dan sekolahnya," beber dia.
Namun demikian, para korban diketahui bukan satu angkatan. "Ada yang di bawah adik saya, kakak kelas, ada juga yang seangkatan. Tapi semua dari SMP yang sama," imbuhnya.
Terkait adanya laporan para pelajar tersebut, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo belum bisa dikonfirmasi. Meski terdengar nada sambung, namun upaya konfirmasi, termasuk via WA belum direspon.
Pewarta: Biyan Mudzaky