Kasi Penganekaragaman, Konsumsi, dan Keamanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Mohamad Ridwan STP MM mengungkapkan, ada berbagai inovasi yang muncul untuk peserta PD. Seperti di kantor Diskominfo Kota Malang yang menggunakan teknik penanaman Dutch Bucket Hydroponic System, yakni menggunakan media tanam hydro stone. “Ini unik karena inovasi seperti ini jarang dilakukan di Indonesia, tapi di negara maju seperti Singapura dan Arab Saudi sering menggunakan teknik ini karena lahan di sana terbatas,” terangnya.
Tak hanya teknik penanaman Dutch Bucket Hydroponic System, diskominfo juga menggunakan sistem pengairannya berkombinasi. Antara hydroponic dan drip irrigation sistem. Jadi ada keran yang otomatis mengalir ke masing-masing tanaman. “Diskominfo menggunakan teknik ini karena letak kantornya berada di lantai 4 di gedung A Block Office sehingga untuk penyinarannya kurang,” tutur ketua Tim Penjurian Urban Farming bagian PD tersebut.
Ridwan menerangkan, bahwa dari hari pertama hingga hari kesebelas ini, peserta PD masih terhitung sedikit sekali yang melakukan inovasi. Meskipun ada beberapa PD yang sudah kreatif, misalnya menggunakan QR Code di bappeda dan mading di dispendukcapil untuk mengetahui jenis tanaman dan kapan siap dipanen. “Sejauh ini di PD, yang inovatif jarang sekali. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada PD supaya setelah penjurian bisa dikembangkan lebih inovatif lagi,” himbaunya.
Sebagai informasi, total peserta Urban Farming 2021 Kota Malang untuk kategori perangkat daerah ada 91 peserta dan kategori dasawiswa 57 peserta. Tim juri Urban Farming 2021 dibagi menjadi dua kelompok. Untuk penjurian PD akan selesai pada 23 Juni mendatang atau sekitar 17 hari penjurian. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi menyeluruh pada Juli mendatang serta pengumuman dijadwalkan pada Oktober mendatang, berbarengan dengan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober. (rmc/bin/c1/dik)
Editor : Ahmad Yani