Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang Online terlihat jumlah penumpang bus yang lalu-lalang bisa dihitung dengan jari. Bahkan, bus yang terparkir pun juga hanya beberapa. Petugas Pencatat Kedatangan Keberangkatan dan Faktor Muat Terminal Arjosari Mustakim mengatakan, penumpang bus terlihat sepi sejak Senin lalu (5/7). ”Karena dua hari pertama di masa PPKM darurat masih lumayan, mungkin karena waktu itu weekend,” terangnya.
Penurunan itu tak hanya terjadi pada penumpang, namun juga bus yang beroperasi juga berkurang. ”Yang biasanya hampir 40-an unit untuk bus AKAP (antarkota antarprovinsi) sekarang cuma sekitar 5 unit saja,” terangnya.
Sementara untuk penurunan penumpang, per harinya rata-rata hanya sekitar puluhan penumpang. Padahal sebelumnya, meski di musim pandemi juga terjadi penurunan, tetapi angkanya masih bisa tembus sampai ratusan penumpang untuk AKAP. ”Penurunannya sampai 60 persen kalau dipersentasekan,” bebernya.
Sedangkan untuk bus AKDP (antarkota dalam provinsi), jumlahnya masih lebih stabil. Kemungkinan, karena AKDP tidak membutuhkan persyaratan khusus. ”Kalau yang AKAP kan harus menyertakan surat vaksin,” ungkapnya.
Untuk bus beroperasi di terminal di bawah naungan Kementerian Perhubungan itu, dia menyebutkan, mayoritas bus AKDP didominasi tujuan Surabaya. Sedangkan untuk bus AKAP mayoritas didominasi tujuan Jawa Barat.
Salah satu kondektur Bus PO Restu, Mohamad Arif, mengakui sepinya penumpang saat masa PPKM darurat ini. ”Bayangkan satu bus cuma isi 8 penumpang, padahal ada 50 kursi,” ungkapnya. Dia berharap, PPKM darurat ini tidak diperpanjang lagi. Sehingga tidak semakin mempersulit perputaran perekonomian di bidang lalu lintas, khususnya bus. ”Karena walaupun beroperasi percuma, tidak ada penumpang kalau pas PPKM darurat,” pungkasnya. (rmc/ulf/mas)
Editor : Ahmad Yani