Melansir dari dealsonhealth.com, Senin (23/8), lebih dari satu miliar manusia di seluruh dunia meminum kopi dalam sehari. Masyarakat Amerika misalnya, meminum sekitar 400 juta cangkir kopi dalam sehari.
Melansir dari platform kesehatan HonestDocs yang mengadakan survei terhadap 9.684 orang untuk menangkap pola kebiasaan minum kopi orang Indonesia, ditemukan bahwa 23 persen remaja berusia 12-17 tahun mengakui suka minum kopi. Serta terbukti semakin bertambah usia, tingkat keseringan konsumsi kopi semakin meningkat, sebanyak 23 persen responden lansia bahkan minum kopi setidaknya 11 gelas sehari.
Sayangnya, kandungan kafein dalam kopi memiliki efek samping bagi penderita maag. Efek sampingnya mulai dari meningkatnya produksi asam lambung hingga peradangan pada lambung. Apalagi jika diminum saat perut dalam kondisi kosong. Kafein yang terkandung dalam kopi dapat meningkatkan keasaman perut dan menjadi faktor penyebab mulas dan gangguan pencernaan.
Tapi jangan salah, bukan berarti penderita maag tidak bisa meminum kopi, lho. Salah satu kopi yang aman diminum untuk penderita maag yakni jenis flat white. Minuman kopi jenis flat white merupakan racikan khusus bagi mereka yang ingin menikmati rasa kuat kopi namun dengan sentuhan susu dan lapisan tipis buih halus susu.
“Flat white (aman untuk lambung) karena dalam komposisi espresso dan fresh milk tidak ada yang lebih dominan. Kalau kopi esspresso flat white 28 ml lalu komposisi fresh milknya 200ml dengan foam tebal. Menciptakan rasa yang tidak ada yang lebih dominan jadi bisa dikonsumsi bagi para penderita lambung yang sensitif,” ujar Barista Vosco Coffee, Yoichi Alfin Wijaya, Senin (23/8)
Selain menikmati cita rasa flat white yang unik, kamu juga bisa menikmati latte art di atasnya. Dengan tampilan yang menarik, bisa juga kamu foto buat mempercantik feed instagram-mu.
“Seni dari sebuah kopi bukan hanya rasanya, tapi juga dari caranya disajikan. Contohnya seperti latte art, seperti bentuk hati atau rosetta, swan, dan yang lainnya,” ujar Yoichi.
Pewarta: Safa Abrar Ramadhan Editor : Farik Fajarwati