Pengunjung pun semburat menghindari ular dengan panjang sekitar tiga meter itu. Inus, 57 salah satu warga mengatakan, ular itu pertama kali diketahui dari bunyi decit tikus. "Jadi awalnya ada bunyi tikus digorong-gorong, lalu muncul (ular) di dekat tempat cuci piring," terangnya. Salah seorang warga bernama Muslimin yang hendak cuci tangan dibuat kaget dan berteriak. "Iya, mau cuci tangan, tahu-tahu dari bawah lubang pembuangan muncul ular besar," imbuhnya.
Petugas Damkar Kota Malang pun datang dan langsung mengevakuasi ular tersebut. "Iya, kami memang dapat laporan maka langsung kami evakuasi," terang Komandan Regu (Danru) 3 Damkar Kota Malang, Bambang Edi.
Ia menduga ular itu merupakan satwa liar. "Kemungkinan datangnya dari sumber air atau sungai terdekat, karena memang habitatnya. Atau bisa selokan," tambah dia.
Ia pun membenarkan bahwa ular itu sedang mengejar mangsa. "Iya, sedang kejar mangsa, biasanya yang jadi makanan bisa tikus, ayam, macam-macam," kata dia.
Setelah ular sepanjang tiga meter itu dievakuasi dari warung, pihaknya berencana untuk melepaskan lagi ke alam liar. "Kami lepas lagi, tapi kalau ada yang mau adopsi kami persilakan. Di Kantor masih ada dua ekor lagi jenis piton," ujarnya.
Guna mencegah kejadian serupa, pihaknya menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan. "Yang penting bersih, lingkungan atau ruangan, kalau kotor kan jelas mengundang tikus. Untuk di ruangan ada baiknya diberi wewangian seperti karbol, kapur barus atau BBM, kalau garam kurang efektif," pungkas Bambang.
Pewarta: Biyan Mudzaky
Editor : Ahmad Yani