Contohnya di Kota Malang. Dari data Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang awalnya mendapat jatah anggaran Rp 25 miliar untuk perawatan jalan. Namun karena ada proses refocusing, dana yang tersedia itu harus turun menjadi Rp 16 miliar.
Meski ada penurunan, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusuma Dewi memastikan bila pihaknya sudah melakukan pemetaan untuk perawatan di beberapa ruas jalan. Pada tahun ini, ia menyebut ada satu ruas jalan yang menjadi fokusnya. ”Ada di Jalan KH Malik Dalam di (Kecamatan) Kedungkandang ini,” kata dia. Rencananya, pembangunan di sana bakal dilakukan setelah agenda perubahan anggaran keuangan (PAK) 2021 tuntas.
Dana untuk perbaikan di ruas jalan itu sudah tersedia Rp 1,5 miliar. Ditambahkan Diah, alasan pihaknya memperbaiki ruas itu karena pihaknya mendapat banyak keluhan dari warga sekitar. Akses yang menjadi penghubung ke Jalan Mayjen Sungkono itu juga sudah lama tidak diperbaiki.
Sementara untuk perawatan rutin, Diah memastikan bila pihaknya tetap akan melakukannya. Ia masih belum bisa membeberkan titik-titik mana saja yang akan dilakukan perbaikan. Sebab ke depan jika sudah ada jalan yang rusak, maka sesegera mungkin pihaknya bakal melakukan perbaikan. ”Itu pasti, intinya kalau ada laporan pasti kami tindak lanjuti,” sambungnya.
Secara umum, pejabat eselon II B itu menyebut bila kondisi jalan di Kota Malang yang perlu perawatan mayoritas berada di Kecamatan Kedungkandang. Ada sejumlah titik yang menjadi perhatian pihaknya. Salah satunya di depan GOR Ken Arok.
Di tempat lain, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman mengaku telah menerima laporan DPUPRPKP untuk melakukan perawatan jalan. Laporan persiapan di Jalan KH Malik Dalam sepanjang 500 meter juga sudah diterima pihaknya. ”Kami sudah dapat laporan dan memang fokus DPUPRPKP ada di sana terlebih dahulu,” kata dia.
Sementara untuk perbaikan di titik jalan lain masih belum dia terima. Yang pasti menurut dia, anggaran untuk perawatan jalan di Kota Malang memang mengalami penurunan akibat refocusing. Kini nilai yang tersedia di angka Rp 16 miliar. Fuad turut menyarankan sejumlah titik untuk menjadi prioritas perbaikan.
”Misalnya saja di Jalan Mayjen Sungkono ke arah GOR Ken Arok itu banyak yang berlubang dan perlu perbaikan,” papar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut. Pihaknya juga menyarankan DPUPRKP untuk mengantisipasi sejumlah jalan rusak karena hujan. Sebab di musim penghujan potensi aspal rusak memang lebih terbuka. (rmc/adn/by)
Editor : Ahmad Yani