Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tingkatkan Fast Respon, Damkar Kota Malang Tambah Dua Pos Baru

Shuvia Rahma • Rabu, 15 September 2021 | 00:30 WIB
Ilustrasi Damkar Kota Malang (Darmono/Radar Malang)
Ilustrasi Damkar Kota Malang (Darmono/Radar Malang)
MALANG KOTA- Untuk menekan terjadinya keterlambatan dalam penanganan kejadian kebakaran, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang terus berupaya meningkatkan pelayanannya. Salah satunya dengan mencanangkan penambahan 2 Pos Baru. Saat ini, rencana penambahan dua pos baru yang dianggarkan sebesar Rp 1 miliar itu sudah diajukan dan sedang dalam tahapan pengkajian.

Kepala UPT Damkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang M.Teguh Budi Wibowo SH mengatakan, untuk pos baru damkar ini sudah diajukan. Nantinya, akan ada tambahan dua pos pemadam kebakaran. Sehingga bila ditotal ada 3 pos pemadam kebakaran di kota Malang. “Nanti yang di kantor damkar sebagai pusatnya, yang dua tambahan itu sebagai pelengkap,” ujarnya.

Menurut dia, penambahan pos baru itu bertujuan untuk efektivitas layanan pada masyarakat. Setidaknya, respons time bisa lebih ditingkatkan. “Kalau selama ini paling jauh itu membutuhkan waktu 11 menit, kalau sudah pos nanti bisa lebih cepat, bisa sekitar 7 menit,” prediksinya.
Pos damkar baru itu, dia melanjutkan, rencananya akan di tempatkan di daerah Sawojajar dan daerah Soekarno Hatta (suhat). Pihaknya sudah melakukan pengkajian untuk pos baru tersebut. “Karena kami sudah mengajukan tahun ini, kemungkinan terealisasinya tahun depan, karena kami menunggu ACC dari pemkot,” ungkapnya.

Tak tanggung-tanggung, dia menyebutkan, bila diestimasi, dua pos itu akan menghabiskan Rp 1 miliar. “Karena per satu pos nya setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp 500 juta,” bebernya Sebab fasilitasnya juga akan dilengkapi sama seperti yang di pos utama. Paling tidak didukung garasi yang memadai dan personel yang siap siaga di dua pos baru itu. “Paling tidak dalam satu pos, ada 15 personel anggota dan minimal 1 unit mobil damkar,” terangnya. Masalah personel itu juga yang perlu digarisbawahi. Sebab, selama ini personel Damkar Kota Malang hanya 49 orang dengan 9 unit armada damkar. “Jadi kalau terealisasi kami juga harus memikirkan penambahan SDM,” bebernya.

Selama ini, angka kebakaran di Kota Malang memang fluktuatif. Seperti Agustus kemarin misalnya, hanya 9 kali kebakaran dalam sebulan. Dan kualitas api juga tergolong kecil. “Tapi kebakaran tetap harus diwaspadai, karena banyak faktor penyebab yang memicu,” katanya. Dia berharap, pemkot dan badan legislatif bisa mendukung rencana penambahan pos baru itu. “Karena memang butuh sinergi dari semua pihak,” pungkasnya. (ulf/mas/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#Pemkot Malang #Damkar