Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sanitary Landfill Tak Optimal, Tumpukan Sampah Ancam Kota Malang

Shuvia Rahma • Sabtu, 18 September 2021 | 23:30 WIB
Kondisi di TPA Supiturang (Darmono/Radar Malang)
Kondisi di TPA Supiturang (Darmono/Radar Malang)
MALANG KOTA – Pemanfaatan sanitary landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang saat ini dinilai belum optimal. Akibatnya permasalahan sampah di Kota Malang tak ada habisnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos radar malang, dalam sehari bisa terkumpul 700 ton sampah. Jumlah tersebut masih terbilang besar karena didominasi oleh sampah rumah tangga dan jenis lainnya. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, utamanya dalam mengoptimalkan beroperasinya sanitary landfill.

Kepala DLH Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, sampai saat ini pengembangan sanitary landfill terpaksa tertunda untuk dijalankan. Gara-garanya, pandemi Covid-19 yang masih merebak berimbas pada berbagai program DLH yang harus ter-refocusing. “Sementara belum ada pengembangan, existing juga belum. Karena sekarang terkendala Covid-19,” ujarnya, kemarin (16/9).

Mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang itu menambahkan, pengurangan sampah sudah mulai berjalan. Optimalisasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) jadi kuncinya agar bisa mengurangi volume sampah. Tiap TPS di Kota Malang sudah ada pemulung yang bertugas memilah sampah sebelum dibawa ke TPA. Wahyu mengklaim pemilahan di TPS bisa mengurangi jumlah sampah hingga 440-450 ton per hari. Sehingga pemanfaatan sampah di Kota Malang masih bisa dilakukan dengan optimal meski sanitary landfill belum berjalan. Penundaan pengembangan dan pengoperasian sanitary landfill di TPA Supit Urang secepatnya bakal dilanjutkan kembali.

“Kalau sanitary landfill bisa beroperasi, maka lebih bagus lagi. Bisa mengurangi potensi sampah tidak sampai segitu (700 ton),” papar pejabat eselon II-Pemkot Malang itu.

Sementara itu menanggapi hal tersebut, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman mendorong pemkot agar bisa melakukan percepatan pengelolaan sampah di TPA Supit Urang. Pasalnya, sampah saat ini juga menjadi momok baru selama pandemi. Sampah rumah tangga menjadi dominasi harus diolah secara maksimal.

"Tentu kami dukung, tapi harus jadi catatan juga sanitary landfill supaya bisa dioptimalkan lagi untuk menekan timbunan sampah," katanya. Komunikasi antara DLH dan dewan juga terus dia dorong. Sebab, penanganan sampah juga menyangkut pelayanan terhadap masyarakat. Jika terjadi timbunan di TPS maupun TPA, maka akan terjadi keluhan warga yang tak bisa dibendung. Fuad mencatat setidaknya DLH Kota Malang perlu untuk mengambil langkah strategis. Pemilahan jenis sampah di TPS juga perlu ada sinergi dengan Bank Sampah Malang (BSM). Sehingga nilai ekonomis sampah yang bisa didaur ulang bisa bertambah.

"Sehingga penerapan 3R (Reuse,Reduce, dan Recycle) bisa menjadi maksimal, sampah pun bisa berkurang," tandasnya. (adn/mas/rmc)

Editor : Shuvia Rahma
#dlh kota malang #TPA Supiturang #Sanitary landfill