Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bentrok PSHT Vs IKSPI di Malang, Mapolresta Digeruduk Massa

Shuvia Rahma • Kamis, 23 September 2021 | 01:50 WIB
Screenshot massa saat mendatangi Mapolresta Malang Kota (ist)
Screenshot massa saat mendatangi Mapolresta Malang Kota (ist)
MALANG KOTA - Semalam (22/9) sekitar pukul 02.00, Mapolresta Malang Kota didatangi oleh segerombol orang dan mengadakan aksi unjuk rasa. Dalam video yang beredar, massa mengendarai kendaraan roda dua sembari membawa bendera.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, aksi massa di depan Mapolresta tersebut ialah oknum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang pada Senin (20/9) lalu terlibat baku hantam dengan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti di wilayah Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru.

Akun Instagram @pshtmadiunutara menyebut, korban dari pihak PSHT tetiba saja dikeroyok. "Sebelum adzan maghrin Senin (20/9) korban menutup warung tempat dia bekerja dan hendak pulang ke kost-nya, kemudian ada segerombolan orang menghadang lalu mengeroyok korban sampai luka parah," terang akun itu.

Berkaitan video yang beredar, akun itu menulis bahwa video itu direkam setelah pengeroyokan. "Itu habis pengeroyokan, sekarang dua korban dari pihak PSHT dibawa ke RSSA dan RS Unisma," kata dia.

Buntut dari insideen itu, satu orang ditahan sehingga memancing massa PSHT turun ke jalan. Tak hanya memprotes penahanan salah satu anggotanya, aksi tersebut juga dibarengi dengan pengerusakan. Informasi yang diterima Radar Malang, salah seorang warga berinisial P mengunggah status kerusakan di spion kanan mobil Mazda miliknya.

"Kejadiannya sekitar pukul 00.30 di sekitaran Jl. Sumbersari, waktu itu saya mau antar orang tua saya dari Tlogomas ke Rumah Sakit," terangnya melalui DM Instagram pada Rabu (22/9) siang. Tetiba saja, ketika sampai di dekat Sumbersari Gang II, ia berpapasan dengan konvoi yang beraksi di depan Mapolresta itu.

"Saya papasan dengan mereka, tidak menepi karena pas tikungan, mereka dari arah berlawanan saya lewat, bleyer-bleyer dan membawa bendera besar," ungkapnya.

Diantara rombongan tersebut, tetiba saja ia melihat tiga orang dalam satu motor merusak spion kanannya. "Saya tidak melihat jelas karena jalan gelap, tapi mereka sekitar 2 sampai 3 orang mengayunkan helm dan menghantam mobil saya, merusak spion saya," beber dia.

Tak pelak spionnya pun rusak di casingnya akibat benturan itu. Namun, pihaknya belum melaporkan kejadian itu ke kepolisian. "Belum saya lapor, untuk spion masih bisa dilakban," ujarnya.

Berkaitan dengan unjuk rasa itu, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, membenarkan adanya aksi itu. "Benar, aksi itu terkait kejadian Senin malam waktu itu, massa aksi itu mengaku dari PSHT, sekarang masih diselidiki," terangnya.

Namun, pihaknya belum mengetahui apakah ada perusakan yang dilakukan oleh konvoi tersebut. "Tidak ada perusakan yang dilakukan," pungkas Buher, sapaan karibnya.



Pewarta: Biyan Mudzaky Editor : Shuvia Rahma
#psht #POLRESTA MALANG KOTA #ikspi kera sakti