Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Batik Kampung Budaya Polowijen Tembus Pasar Internasional

Farik Fajarwati • Minggu, 3 Oktober 2021 | 01:59 WIB
Pengelola Seni Rupa Kampung Budaya Polowijen Titik Nur Fajriyah mendampingi ibu-ibu sekitar untuk membatik. (Bayu Suryo/Radar Malang)
Pengelola Seni Rupa Kampung Budaya Polowijen Titik Nur Fajriyah mendampingi ibu-ibu sekitar untuk membatik. (Bayu Suryo/Radar Malang)
MALANG KOTA - Kampung Budaya Polowijen (KBP) yang sudah eksis menjadi kampung tematik Budaya sejak 2 April 2017. Sampai sekarang, mereka konsisten membangun eksistensinya di bidang budaya.

Pada perayaan Hari Batik Nasional Sabtu (2/10), KBP merayakannya dengan melaksanakan serangkaian kegiatan pengenalan dan membatik secara terbuka.

Pengelola Seni Rupa Batik KBP Titik Nur Fajriyah mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan atas dasar mempertahankan eksistensi seni batik. "Ini dilakukan untuk merayakan hari batik," ucapnya di sela-sela membimbing ibu-ibu melakukan proses pewarnaan batik.

Titik juga mengatakan jika acara ini sudah direncanakan sebelumnya. Diawali di KBP, selanjutnya acara peringatan hari batik juga akan dilakukan di kampung-kampung tematik seluruh Kota Malang.

Titik juga mengatakan jika selama pandemi ini, ibu-ibu yang ada di KBP tetap melakukan proses membatik di rumah masing-masing. Setiap seminggu sekali biasanya mereka menggelar pertemuan untuk evaluasi-evaluasi yang berkaitan dengan kegiatan membatik.

Titik juga mengatakan jika pasar batik dari KBP ini tidak hanya merambah pasar domestik, namun juga sudah merambah ke pasar Internasional. "Ada yang dari Perancis, Amerika, mereka membeli produk-produk batik dari KBP sini," ucapnya.

Dia juga berharap agar sektor industri batik tetap bertahan dan bisa berkembang sampai kapanpun. Titik menambahkan bahwa batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah diakui dunia melalui UNESCO. Selain itu, dia juga berpesan agar para generasi muda bisa lebih mencintai dan mau belajar membatik. Hal ini penting agar batik tidak punah dan bisa terus berkembang.

Pewarta: Bayu Suryo Kusumo Editor : Farik Fajarwati
#hari batik nasional #batik malang #Kampung budaya polowijen #Batik polowijen