Proyek yang akan dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektare tersebut diprediksi akan menghabiskan anggaran hingga Rp 15 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Wahyu Setianto menjelaskan, jumlah anggaran tersebut masih perkiraan awal. Angka tersebut bisa saja bertambah atau berkurang, menyesuaikan dengan fasilitas yang akan disediakan. Dua fasilitas yang akan dibangun di kawasan itu adalah home theatre dan lintasan balap.
“Iya pak Wali Kota minta itu, supaya kalau ada acara biar nggak bingung tempat,” katanya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskopindag) Kota Malang ini menyatakan, pihaknya masih akan tyerus mematangkan rencana proyek tersebut kepada Wali Kota Malang Sutiaji. Sebab, terdapat dua desain alun-alun yang bakal dibangun. Namun, desain yang hampir pasti dipilih adalah desain yang memiliki fasilitas home theatre dan lintasan balap
Bagi Wahyu, pembangunan Alun-Alun Kedungkandang ikut memberi dampak pemerataan pembangunan di Malang sisi timur. Sebab, kecamatan Kedungkandang kerap disinggung kurang diperhatikan dalam hal pembangunan. Dengan proyek alun-alun tersebut, dia berharap lima tahun ke depan wilayah tersebut bisa berkembang menyamai empat kecamatan lainnya.
“Insyaallah bakal dibangun tahun depan dan mengambil APBD 2022,” tegas pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi mendukung upaya pemkot tersebut. Pasalnya, wilayah Kedungkandang tersebut membutuhkan perhatian lebih terkait pemerataan pembangunan. Dia berharap pembangunan alun-alun yang bakal berada di area telecenter bisa menambah ruang terbuka hijau (RTH) Kota Malang. “RTH publik kita kan masih 4 persen, maka rencana pembangunan alun-alun ini jangan sampai molor,” sarannya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kota Malang itu menyarankan DED Alun-Alun Kedungkandang bisa dimatangkan. Apalagi rencana adanya home theatre dan lintasan balap bisa diterima oleh masyarakat. Sebab lahan seluas 4,5 hektare juga terbilang luas dan perlu penataan yang rapi sebelum dan sesudah dibangun. (and/nay/rmc) Editor : Farik Fajarwati