Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lapas Lowokwaru Malang Dirazia, Panen Sendok dan Gunting

Shuvia Rahma • Rabu, 6 Oktober 2021 | 14:00 WIB
Ilustrasi suasana di Lapas Lowokwaru saat petugas melakukan sidak barang terlarang (ist)
Ilustrasi suasana di Lapas Lowokwaru saat petugas melakukan sidak barang terlarang (ist)
MALANG KOTA – Kegaduhan terjadi di Lapas Kelas I Malang (Lowokwaru) Kanwil Kemenkumham Jatim, Senin malam (4/10). Petugas merangsek masuk ke dalam sel Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk melakukan razia barang terlarang. Petugas menyita puluhan sendok logam, gunting, obeng hingga music box.

Razia yang dimulai pukul 21.00 WIB hingga 23.30 WIB tersebut dilakukan Satuan Operasi Kepatuhan Internal (Satops Patnal) dari Kanwil Jatim dan Korwil Malang. “Kami turunkan 150 orang petugas gabungan untuk menggeledah dua blok, yakni Cendrawasih I dan II,” terang Kalapas Lowokwaru RB Danang Yudiawan Selasa sore (5/10).

Dari penyisiran di dua blok tersebut, petugas menyita cukup banyak benda terlarang, terutama sendok logam. “Ada 31 sendok berbahan stainless steel kami sita dari dua blok tersebut,” tambahnya. Selain itu petugas juga mendapati 4 gunting, 15 alat cukur rambut hingga kartu remi dan domino.
Tentang penyitaan sendok dan alat terbuat dari logam tersebut karena dapat disalahgunakan. “Karena berpotensi disalahgunakan sebagai senjata dan bisa melukai WBP lain,” papar Danang.
Bagaimana caranya? Ia menyebut kreativitas para WBP bisa saja menjadikan alat tersebut untuk senjata. “Kan setiap hari di dalam, lalu mereka akan berpikir kreatif, salah satunya sendok itu diasah di lantai atau besi batang sel mereka,” ungkapnya.

Pria kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah tersebut mengatakan sendok dan benda terlarang tersebut merupakan kiriman dari keluarga WBP. “Itu kiriman dari keluarga mereka,” singkatnya. Padahal, aturan di dalam lapas tidak memperkenankan adanya sendok logam masuk ke dalam sel. “Kami hanya memperbolehkan sendok plastik apabila keluarga hendak mengirimnya, atau setidaknya WBP itu makan pakai tangan selama di dalam,” tambahnya.

Selain melakukan penyitaan, pihaknya juga melakukan test urine secara acak kepada petugas dan warga binaan. “Kami mengetes setidaknya 10 pegawai dan 15 WBP secara acak,” kata Danang. Untungnya, tidak ada yang mengarah ke positif narkotika. “Semua negatif,” ujar dia. (biy/nay/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#lapas malang #Razia lapas #lapas lowokwaru