Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sampah Makanan Kota Malang Capai 320 Ton per Hari

Shuvia Rahma • Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:30 WIB
SEMAKIN TIDAK JELAS: Tidak ada gerakan dari program yang ditujukan untuk membuat jera para pembuang sampah sembarangan
SEMAKIN TIDAK JELAS: Tidak ada gerakan dari program yang ditujukan untuk membuat jera para pembuang sampah sembarangan
MALANG KOTA – Sampah makanan atau food waste mendomunasi produksi sampah di Kota Malang. 80 persen sampah yang masuk ke TPA merupakan sampah makanan. Kasi Penanganan Sampah Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang Budi Heriyanto menyebut, potensi sampah per harinya sekitar 689 ton. Namun yang mampu diangkut ke TPA sekitar 508 ton. Dari jumlah itu, yang terbanyak adalah sampah organik yang mencapai 73 persen. Sedangkan sisanya atau setara 27 persen adalah sampah anorganik.

“Dan dari 73 persen itu, sebanyak 80 persennya memang dari sampah makanan,” ungkapnya.

Sampah makanan itu terdiri dari berbagai macam jenis. Contohnya sampah rumah tangga hingga sampah dari kulit buah dan sisa sayuran. Artinya, bila sampah organik sebanyak 400 ton per harinya, paling tidak sekitar 320 ton di antaranya adalah sampah makanan.

Menurut dia, banyak faktor yang memicu food waste sedemikian banyak. Misalnya, masyarakat belum terbiasa memilah sampah sejak di rumah. “Memilah sampah sejak dari rumah itu sangat berpengaruh, karena sebenarnya bisa digunakan untuk pakan ternak atau untuk pembuatan kompos,” ungkapnya.

Sehingga sampah yang seharusnya bisa dimanfaatkan ulang tak lantas terbuang percuma.
Selain itu, kondisi tersebut juga tergantung pada pola hidup masyarakat. Mulai dari pengolahan menu makanan harian hingga porsi makanan sesuai kebutuhan. “Kalau itu bisa disesuaikan, secara tidak langsung bisa menekan sampah makanan secara bertahap,” tambahnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya sampah organik dan anorganik bisa sama-sama berbahaya. Bisa mencemari lingkungan dan memicu pemanasan global. “Karena ada yang gampang terurai dan ada yang mudah terurai, yang bisa menyebabkan mencemari lingkungan,” ungkapnya.

Sampah makanan bisa berpengaruh pada pemanasan global karena menghasilkan gas metan. Seperti diketahui, gas metan merupakan salah satu gas yang memicu pemanasan global. (ulf/nay/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#sampah kota malang #food waste #sampah anorganik #TPA Supiturang #sampak organik