Sebagai informasi, pemindahan tersebut penting dilakukan. Sebab banyak warga yang mengeluhkan keberadaan Puskesmas Bareng yang sulit dijangkau warga. Lokasi puskemas ini berada di gang perkampungan padat. Selain itu, warga yang naik kendaraan roda empat juga kesulitan karena ketiadaan tempat parkir.
Saat ini, rencana pembangunan Puskesmas Bareng di tempat baru sudah masuk di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang. Hal itu diakui Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif. Dia mengatakan, rencana relokasi Puskesmas Bareng saat ini diawali dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED). “Tahun ini targetnya memang pembuatan DED, yakni dengan nilai Rp 98 juta,” ungkapnya.
“Walaupun masih DED, pembangunannya nanti tahun depan, termasuk anggarannya juga masuk di 2022,” ujar pria yang menjabat sebagai Kepala RSUD Kota Malang itu.
Relokasi ini, masih kata Husnul, merupakan respons dari keluhan dari masyarakat Bareng dan sekitarnya. Terlebih, fasilitas layanan kesehatan memang harus dimaksimalkan dan dikembangkan. “Selama ini Puskesmas Bareng mengalami kesulitan saat evakuasi, karena aksesnya memang sempit,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bareng dr Herlin Kisworini mengatakan, permintaan relokasi memang sudah lama. Hal itu karena memang mengacu pada masuk masyarakat ketika ada survei kepuasan pelanggan.
Sama seperti dr Husnul, dia juga mengakui bila akses menuju Puskesmas Bareng memang masih sulit. Khususnya, untuk keluarga pasien yang membawa kendaraan roda empat. DED Tuntas, Relokasi Puskemas Bareng Dimulai Tahun Depan?ungkapnya.
Namun saat disinggung rencana lokasi, dia masih enggan menyebutkannya. Lantaran menurut dia, masih banyak opsi tempat yang diusulkan, sehingga keputusan lokasinya di mana belum ditentukan.
Dia berharap, dengan adanya pembangunan Puskesmas Bareng itu nantinya bisa memperbaiki pelayanan untuk masyarakat. Sebab, tentunya akan lebih representatif. “Kami fokus memaksimalkan pelayanan di masyarakat,” pungkasnya. (ulf/nay/rmc) Editor : Farik Fajarwati