Proyek pembangunan gantangan sekaligus merespons tingginya animo para kicau mania mengikuti berbagai event lomba. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyebut, luasan lahan eks TPA Lowokdoro yang akan menjadi lokasi wisata gantangan burung sekitar 1 hektare. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 10 miliar. "Pada 2022 nanti kami anggarkan Rp 2,5 miliar dan untuk 2023 sebesar Rp 7,5 miliar," jelasnya.
Saat ini, pihaknya tengah menggarap master plan untuk konsep pembangunan gantangan. Di awal pembangunan difokuskan untuk meratakan lahan yang ada. ”Karena itu pembangunan kami lakukan bertahap,” jelasnya.
Dengan adanya gantangan burung tersebut diharapkan menjadi tempat bagi para kicau mania berkumpul. Sebab Kota Malang masih belum memiliki tempat lomba burung yang memadai. Agar tak salah saat mengkonsep bangunan, seluruhnya diserahkan ke konsultan. "Konsultan kan biasanya sudah paham, jadi nanti ada gantangan burung, pos jaga, dan beberapa fasilitas lainnya," beber pejabat asal Bali tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyebutkan pembangunan gantangan burung masuk Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2022. Nantinya, tempat tersebut dijadikan wahana wisata baru karena penghobi burung kicau cukup banyak. "Kami ingin destinasi wisata baru tersebut menjadi tempat alternatif bagi para kicau mania menyalurkan hobinya," ujar Made.
Made menambahkan, destinasi wisata baru itu juga bisa menjadi sentra penjualan produk penunjang hobi burung. Selain fungsi utamanya sebagai tempat lomba burung kicau yang akan meningkatkan jumlah wisatawan datang ke Kota Malang. "Kalau buat kegiatan atau lomba burung di situ kan bagus juga, bisa ada pemasukan juga untuk daerah. Nanti harus ada fasilitas RTH juga di sana," tutup Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. (adn/nay/rmc)
Editor : Shuvia Rahma