Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dongkrak Pendapatan, Dishub Kota Malang Perbanyak E-Parking

Shuvia Rahma • Rabu, 27 Oktober 2021 | 22:00 WIB
e-Parking di Stadion Gajayana Malang (Darmono/Radar Malang)
e-Parking di Stadion Gajayana Malang (Darmono/Radar Malang)
MALANG KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang tengah bersiap menambah titik e-parking baru di empat lokasi. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak PAD (pendapatan asli daerah). Karena dari hasil evaluasi pemberlakuan e-parking di Stadion Gajayana, hasilnya terbukti mampu menaikkan pendapatan hingga berlipat.

Empat lokasi yang akan diterapkan e-parking tersebut adalah Gedung Balai Kartini, RSUD Kota Malang, Kantor Terpadu Arjowinangun, dan Pintu Masuk Stadion Gajayana. Total anggaran yang dibutuhkan untuk penambahan titik e-parking sebanyak Rp 600 juta.

Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono mengatakan, penambahan titik e-parking tersebut sebagai upaya menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir khusus. Berbeda dengan retribusi parkir tepi jalan, Dishub menargetkan pendapatan parkir cukup besar setelah diterapkannya e-parking di kawasan Stadion Gajayana. “Per hari (pendapatan parkir) bisa Rp 2 hingga Rp 4 juta, maka target pendapatan bisa naik dua kali lipat,” kata Heru, kemarin (26/10).

Untuk target pendapatan retribusi parkir khusus tahun ini ditargetkan mencapai Rp 1,8 miliar. Sementara realisasinya sudah ada sekitar Rp 1,5 miliar. Dengan bertambahnya titik e-parking, dishub menargetkan pendapatan retribusi parkir khusus tahun depan mencapai Rp 4 miliar. Dishub berani menaikkan target pendapatan retribusi parkir khusus lantaran e-parking mampu mendongkrak pendapatan khususnya harian yang mencapai dua kali lipat.

Pria yang pernah menjabat sebagai Camat Klojen tersebut optimistis, pendapatan retribusi parkir khusus bisa meningkat tiap tahunnya. Sebab melihat dua tahun terakhir pendapatan retribusi parkir khusus melampaui target. Namun tentu nanti bakal ada skema baru dalam meningkatkan pelayanan.

“Pelayanan nanti bakal memuaskan pengunjung (parkir), tapi saya belum bisa sampaikan sekarang,” ungkap pria berkacamata itu.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman mendorong target pendapatan retribusi parkir khusus pada 2022 bisa realistis. Sebab target tersebut naik dua kali lipat dan melihat empat titik baru itu juga memiliki potensi berbeda. Khususnya pemasangan e-parking di Kantor Terpadu Arjowinangun bakal berbeda dengan di Kawasan Stadion Gajayana.

“Jika melihat tren pendapatan e-parking di Kawasan Stadion Gajayana itu naiknya bisa drastis karena masyarakat datang ke sana (tujuannya) olahraga atau berbelanja ke MOG,” papar Fuad.

Selain itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyarankan dishub bisa memetakan lokasi aset pemkot yang bisa dipasang e-parking. Sebab pendapatan retribusi parkir khusus selama ini diambil dari lahan yang dikelola oleh pemkot. Belum lagi pembinaan juru parkir (jukir), menurut Fuad menjadi satu bagian yang tak terpisahkan. Pembinaan jukir terhadap tarif parkir perlu ditekankan agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari. (adn/nay/rmc)

Editor : Shuvia Rahma
#PAD Kota Malang #eparking kota malang #Dishub Kota Malang