Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wamendes RI Tinjau Vaksinasi Massal di UWG Malang

Shuvia Rahma • Kamis, 4 November 2021 | 03:11 WIB
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Budi Arie Setiadi (baju batik) berbincang dengan peserta vaksinasi ditemani oleh Rektor UWG Dr Agus Tugas Sudjianto ST MT (Rofia/Radar Malang)
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Budi Arie Setiadi (baju batik) berbincang dengan peserta vaksinasi ditemani oleh Rektor UWG Dr Agus Tugas Sudjianto ST MT (Rofia/Radar Malang)
MALANG KOTA - Gandeng Projo, Mabes Polri, Kemenkes RI, BRI dan Ikatan Alumni Widyagama (Ikawiga), Universitas Widyagama menggelar vaksinasi massal, Rabu (3/11). Gelaran itu ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Budi Arie Setiadi.

Rektor UWG Dr Agus Tugas Sudjianto ST MT menyampaikan pihaknya menyiapkan 5 ribu dosis untuk seluruh lapisan masyarakat. Bahkan dosis itu kurang jika melihat antusiasme yang mendaftar. “Tahap kedua akan dilaksanakan 4 Desember 2021 mendatang, dengan kuota sama yakni 5 ribu dosis Sinovac. Sehingga keseluruhan 10 ribu dosis vaksin jenis Sinovac,” ujarnya.

Selanjutnya, Agus menegaskan bahwa pihaknya siap bekerjasama dengan berbagai pihak untuk membantu percepatan vaksinasi di Indonesia. Sebab keterlibatan semua komponen sangat dibutuhkan untuk bergotong royong mengatasi pandemi. “Seperti yang disampaikan Pak Wamendes kalau ibarat perang, ini perang semesta. Jadi ibaratnya semua komponen harus terlibat di dalam memberantas ataupun mengurangi pandemi Covid-19,” katanya.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes) RI Budi Arie Setiadi mengatakan, keterlibatan semua komponen dalam percepatan vaksinasi sangat diperlukan. Bukan hanya percepatan tapi juga perluasan sasaran vaksinasi.

“Untuk di perkotaan akan sangat mudah mengumpulkan warga 5 ribu hingga 10 ribu untuk vaksinasi. Sementara di pelosok desa atau daerah perkebunan sangat sulit. Untuk kumpulkan 200 orang saja cukup kesulitan, karena lokasi tinggalnya berpencar. Makanya harus ada skema jemput bola di perkebunan. Supaya target percepatan vaksinasi bisa segera tercapai,” tegasnya. (bin/dik/rmc) Editor : Shuvia Rahma
#universitas widyagama malang #budi arie setiadi #Vaksinasi #UWG