Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jadi Kasus Atensi, 10 Terduga Pelaku Jalani Pemeriksan Marathon

Mardi Sampurno • Selasa, 23 November 2021 | 19:45 WIB
PENYIDIKAN: Sejumlah pelaku saat  dipanggil ke Polresta Malang Kota untuk dimintai keterangan atas kasus pencabulan dan penyiksaan terhadap anak panti asuhan, beberapa waktu lalu.
PENYIDIKAN: Sejumlah pelaku saat dipanggil ke Polresta Malang Kota untuk dimintai keterangan atas kasus pencabulan dan penyiksaan terhadap anak panti asuhan, beberapa waktu lalu.
MALANG KOTA-Terkait dengan video kasus pemerkosaan dan penganiayaan yang menimpa Mentik (nama rekaan), 13, bocah putri penghuni salah satu panti asuhan di Kecamatan Blimbing Kamis sore (18/11/21), Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto menegaskan, bahwa pelaku pemukulan sudah jelas. “Sudah jelas (kemungkinan) tersangkanya dalam video tersebut, tinggal kami dalami dari korban dan visum,” kata mantan Wadir Reskrimsus Polda Kalsel itu.

Kepolisian akan memanggil saksi sebanyak-banyaknya. Dia pun akan mengundang ahli dalam asesmen. “Iya, kami akan panggil psikolog forensik, karena itu semua butuh proses,” ujar Buher, sapaan karibnya. Hingga pukul 18.00, pemeriksaan terhadap Mentik masih berlangsung. Sebanyak 10 terduga pelaku, termasuk YG dan istrinya SL juga hadir memenuhi panggilan polisi. Bisa jadi, tak lama lagi mereka jadi tersangka.

Karena psikologi korban masih labil, kepolisian pun harus berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan. “Saksi dan korban kami periksa. Laporannya baru turun hari ini (kemarin),” terang Buher ini.  Dia pun menyayangkan kejadian ini bisa terjadi di kala pembelajaran tatap muka (PTM) baru berlangsung. “Kami segera jadikan atensi karena ini perundungan terhadap anak, kami sangat menyayangkan mengapa ini bisa terjadi, PTM saja baru 50 persen,” imbuh dia.

Di sisi lain, ketika wartawan koran ini ke TKP di lapangan tempat eksekusi penyiksaan, masih belum dipasangi garis polisi. Di sana masih terlihat ada terpal putih. Wartawan koran ini sempat berbincang-bincang dengan Suhartin, salah satu warga penjual nasi pecel yang berada di lokasi saat kejadian. Dia mengatakan, dirinya sempat memergoki dan melerai. Namun anak-anak itu sempat teriak-teriak dan semakin menjadi-jadi. "Ya ramai, terus ada yang mem-video juga," ucapnya. (and/abm) Editor : Mardi Sampurno
#video viral #pembelajaran tatap muka #Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto #Kota Malang