Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ada Lokasi Baru Jogging Track di Alun-Alun Tugu, Malang! Penasaran?

Mardi Sampurno • Minggu, 2 Januari 2022 | 14:25 WIB
Alun-Alun Tugu Kota Malang. (darmono/radar malang)
Alun-Alun Tugu Kota Malang. (darmono/radar malang)
MALANG KOTA – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membongkar pagar Alun-Alun Tugu atau Alun-Alun Bunder dinilai tepat. Sebab, pagar yang mengelilingi alun-alun seluas 11.000 meter persegi itu menghalangi keindahan taman di dalamnya. Salah satu wacana yang ditawarkan adalah mengganti pagar tersebut dengan lintasan jogging track.  

Ide pemugaran pagar alun-alun pernah dilontarkan Deddy Wahjudi, salah seorang arsitek terkemuka asal Malang. Menurutnya, Alun-Alun Bunder sudah selayaknya dikembalikan ke konsep awal, yang merepresentasikan Malang sebagai ”The Garden City”.

Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia menyebut Alun-Alun Bunder Kota Malang tak seharusnya dipagari tembok berkeliling. Sebab, pagar yang ada saat ini benar-benar menutup keindahan alun-alun dari pandangan orang yang melintas. ”Alun-Alun Bunder itu sebagai definisi ruang publik, maka harus leluasa dinikmati orang tanpa ada batasan. Saya apresiasi Pemkot Malang yang mau mengembalikannya ke bentuk awal,” kata Deddy.

Menurutnya, pagar beton berkonsep klasik yang mengelilingi alun-alun selama ini telah menghilangkan kesan konsep The Garden City.  Konsep itulah yang sebenarnya diwariskan oleh Thomas Karsten, sang desainer Alun-Alun Bunder.

Pemasangan pagar yang dilakukan saat ini justru serupa dengan pembatasan pada zaman kolonial. Dulu, tempat yang bernama J.P. Coen Plein itu memang sempat diberi pagar. Tujuannya agar hanya orang-orang Eropa saja yang bisa mengaksesnya. Sementara penduduk pribumi tidak diizinkan masuk ke kawasan tersebut.

Photo
Photo


Jika seluruh pagar pembatas telah dihilangkan, maka pengendara maupun masyarakat yang melintas di sekitar alun-alun  akan lebih leluasa melihat keindahan taman hingga bangunan tugu secara utuh. Usul serupa pernah dicantumkan Deddy dalam konsep ”Labuan Nusantara” untuk desain revitalisasi kawasan Monas. Konsep itu memenangkan sayembara pada 2020 lalu.

Disinggung soal potensi kerusakan di Alun-Alun Bunder bila pagar dihilangkan, Deddy mengaku bisa memakluminya. Karena itu, pemkot disarankan membuat aturan dan sanksi tegas kepada pengunjung yang merusak alun-alun tersebut.

Apa yang diusulkan Deddy memang sudah dipikirkan Pemkot Malang. Rencananya, pagar yang mengelilingi Alun-Alun Bunder diganti dengan lintasan lari atau jogging track.  Dengan konsep tersebut, pemandangan bunga dan monumen tugu bakal terlihat lebih jelas dari berbagai arah.

Namun yang menjadi kendala saat ini hanya satu, yakni waktu pemugaran yang belum bisa dipastikan oleh Pemkot Malang. ”Paling cepat menunggu PAK (perubahan anggaran keuangan) pertengahan Juni 2022 mendatang,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Wahyu Setianto.

Nilai anggaran untuk pemugaran alun-alun juga belum bisa dipastikan oleh Wahyu. DLH masih merevisi beberapa konsep perombakan, seperti lintasan lari hingga kawasan existing. Sebab ada beberapa penambahan dekorasi di alun-alun tersebut. Misalnya, monumen patung Ir Soekarno untuk menghormati presiden pertama RI yang pernah meresmikan monumen tugu pada 1953, saat menghadiri sidang KNIP.

Penambahan monumen tersebut merupakan permintaan dari Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika. Meski bakal ada penambahan, Wahyu masih mempertimbangkannya  karena perlu ada izin dari keluarga Bung Karno. Hal yang terpenting baginya saat ini adalah memantapkan desain wajah alun-alun. ”Kalau saya bisa jelaskan, 95 persen bentuk alun-alun tidak berubah. Yang jadi fokus kami hanya memugar pagar, supaya bagian dalamnya bisa terlihat dari jauh,” bebernya.

Mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskopindag) Kota Malang itu menambahkan, wajah alun-alun bersejarah itu menguatkan aroma sejarah di sana. Selain peninggalan kolonial Belanda, alun-alun tersebut juga bakal disambungkan dengan kawasan Kajoetangan Heritage. (adn/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Alun-alun tugu #Jogging Track #Kota Malang #pagar