Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terus Bertambah, Kasus Reaktif MAN 2 Kota Malang. Ini Jumlah Terbarunya!

Mardi Sampurno • Kamis, 20 Januari 2022 | 17:00 WIB
SEPI: Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang menghentikan sementara pembelajaran tatap muka setelah ditemukan kasus positif Covid-19 pada siswanya.(ANDIKA SATRIA PERDANA/RADAR )
SEPI: Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang menghentikan sementara pembelajaran tatap muka setelah ditemukan kasus positif Covid-19 pada siswanya.(ANDIKA SATRIA PERDANA/RADAR )
MALANG KOTA – Temuan kasus positif Covid-19 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang berpotensi masih berlanjut. Hasil tes swab antigen massal yang dilakukan pada Selasa lalu (18/1) menemukan 37 orang yang reaktif. Rencananya, 37 orang yang terdiri dari murid dan guru itu akan menjalani tes PCR Jumat besok (21/1).

Sebelumnya, pada tes pertama Senin (17/1) ditemukan 8 siswa yang reaktif Covid-19. Setelah ditelusuri lebih lanjut, dari 8 siswa itu, 2 di antaranya ternyata merupakan murid yang mengikuti program, ma’had (asrama). Akhirnya, dilakukan test menggunakan swab antigen kepada hampir 600 siswa yang menjalani program ma’had di MAN 2 Kota Malang.

Ternyata dari hasil tes kedua itu ada 37 yang reaktif. Rinciannya, 3 guru, 28 murid putri dan 6 murid putra. ”Langsung kami isolasi di gedung terpisah,” ujar Kepala MAN 2 Kota Malang Mohammad Husnan. Dia menjelaskan, MAN 2 Kota Malang memiliki ruangan yang tidak terpakai dan sudah diputuskan untuk langsung dijadikan tempat isolasi sementara. Sebelumnya, ruangan tersebut merupakan tempat untuk pelatihan para guru dan memiliki 35 kamar.

”Saya juga sempat menanyakan apakah murid-murid yang hasil tesnya reaktif dikembalikan ke orang tuanya atau tidak. Dinkes ternyata melarang, karena kalau dikembalikan malah berpotensi membahayakan kampung mereka. Maka diputuskan dilakukan isolasi di ruangan itu,” terangnya.

Selama menjalani isolasi,  para murid dan guru yang terdeteksi reaktif itu mendapatkan pengawasan langsung dari petugas kesehatan Puskesmas Arjuno. Sementara, dari pihak sekolah bertugas memenuhi kebutuhan gizi mereka dengan asupan susu dan multivitamin.

Husnan menyebut saat ini seluruh pasien yang menjalani isolasi mandiri dalam kondisi sehat dan mulai beraktivitas seperti biasanya. ”Menjadi kabar gembira, mulai hari ini (kemarin, red) kondisinya sudah membaik,” ujarnya.  Bahkan satu anak yang diketahui positif Covid-19  pertama kali sudah dinyatakan sembuh. ”Kata dokter, karena sudah mendapatkan vaksin dosis kedua, imun mereka lebih kuat,” imbuhnya.

Pihak sekolah juga akan terus mengawasi proses isolasi dengan membentuk tim khusus.  Setiap hari, tim tersebut akan melaporkan perkembangan atau kondisi mereka kepada sekolah. Kalau dalam pemantauan itu diketahui ada yang mengalami gejala sedang atau berat, maka yang bersangkutan akan dirujuk ke rumah sakit.

Lebih lanjut dia mengatakan, kemungkinan pada Jumat besok (21/1) akan dilakukan tes ulang menggunakan swab PCR kepada 37 orang yang menjalani isolasi. Ini bertujuan untuk memastikan apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak. ”Karena jangka waktunya menurut Dinkes harus lima hari setelah melakukan tes swab antigen,” pungkasnya. (adk/biy/fat)

  Editor : Mardi Sampurno
#Reaktif #COVID-19 #berita terkini #MAN 2 Kota Malang #radar malang