Manager UP3 PLN Malang Krisantus HS mengatakan sangat menyayangkan perbuatan pelaku. Karena akibat ulahnya bisa merugikan orang lain dan sekaligus membahayakan keselamatan jiwa pelaku. “Karena kabel tersebut ada aliran listrik dengan daya yang cukup besar,” kata Kris, sapaan akrabnya. Mantan Manager UP3 Banyuwangi ini berharap pelakunya bisa segera tertangkap sehingga tidak meresahkan masyarakat terutama dalam mendapat pelayanan listrik.
Sementara itu, secara teknis Manager Bagian Jaringan UP3 PLN Malang Donna Chandra Wahyu kepada Jawa Pos Radar Malang menjelaskan ada 5 titik lokasi pencurian yakni di Desa Majangtengah Dampit, Kabupaten Malang pada 11 Januari lalu, berlanjut di Desa Tlekung Kota Batu pada 12 Januari. Kemudian Kecamatan Ketawanggede Lowokwaru pada 19 Januari. Dan terbaru Kamis kemarin (20/1) terjadi di dua titik lokasi kejadian berbeda yakni di Desa Kasembon Kecamatan Bululawang dan Kelurahan Rampalclaket, Kota Malang.
Aksi pencurian ini diketahui setelah ada laporan dari warga masyarakat di sekitar lokasi kejadian jika aliran listrik di wilayahnya padam. “Ketika kami datang ke lokasi, baru tahu jika kabel pada travo tersebut barusan dicuri,” katanya. Sasaran para pelakunya pun sama, yakni kabel jenis tembaga yang berfungsi sebagai penghubung travo ke panel pembagi tegangan rendah atau Papan Hubung Bagi Tegangan Rendah dengan ukuran 70 mm dan 150 mm. Panjang kabel yang dicuri pun beragam, mulai yang sepanjang 3 meter dan juga ada yang 9 meter
Lantas siapa pelakunya?. Donna menduga pasti pelakunya yang paham benar tentang kelistrikan. Untuk melakukannya, pelaku harus terlebih dahulu memutus arus listrik dan baru memotong kabel yang akan hendak ia curi. Melihat dari titik lokasi para pelaku beraksi, rata-rata adalah di lokasi yang sepi penduduknya. Untuk menghindari kejadian serupa agar tak terulang lagi, sekarang setiap malam dilakukan giat patroli oleh Unit Layanan Pelanggan (ULP) di titik-titik rawan aksi pencurian kabel. (mas) Editor : Mardi Sampurno