Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Membludak, Pasien Covid-19 di Isoter Ijen Mulai Digeser ke SKB

Mardi Sampurno • Sabtu, 19 Februari 2022 | 16:03 WIB
SIAP TERIMA PASIEN: Petugas RS Lapangan menyiapkan bed untuk menghadapi lonjakan pasien Covid-19 varian Omicron dalam pekan terakhir ini. Jumlah warga Kota Malang yang terpapar Covid menunjukkan peningkatan. (darmono/radar malang)
SIAP TERIMA PASIEN: Petugas RS Lapangan menyiapkan bed untuk menghadapi lonjakan pasien Covid-19 varian Omicron dalam pekan terakhir ini. Jumlah warga Kota Malang yang terpapar Covid menunjukkan peningkatan. (darmono/radar malang)
MALANG KOTA – Lonjakan jumlah pasien Covid-19 di Kota Malang relative drastis. Indikasinya tempat tidur di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Ijen Boulevard nyaris penuh.  Per kemarin (18/2), sebanyak 310 pasien sudah menempati RSL dari kapasitas total 320 tempat tidur. Jumlah pasien itu bisa saja terjadi penambahan dan potensi antrean bakal lebih panjang mengingat RSL menjadi salah satu tempat isolasi terpusat (isoter) di Kota Malang.

Lonjakan jumlah pasien yang dirawat itu disebut Kepala RSL Ijen Boulevard dr Heri Sutanto terjadi dalam sepekan terakhir. Bahkan jumlah penambahan pasien per hari bisa di atas 10 orang. ”Hari ini (kemarin) misalnya sebanyak 13 pasien pulang. Namun masih diisi lagi 16 pasien baru,” jelasnya.

Mirisnya, ada sejumlah pasien yang memang inden sejak lama. Heri mencatat per Jumat siang ada 27 pasien laki-laki dan 33 pasien perempuan yang belum mendapatkan tempat tidur. Untuk itu, pihaknya masih mengatur dengan jumlah pasien yang keluar. Opsi untuk dirawat di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) disarankan oleh Heri. Tentu harus ada koordinasi lanjutan antara puskesmas dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Bergeser ke SKB, dalam dua hari terakhir, isoter di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing itu telah menampung 9 pasien Covid-19. Mereka yang dirawat telah mendapat rujukan dari sejumlah puskemas yang ada di Kota Malang. “Hari pertama kami menampung dua orang, lalu hari ini (kemarin) kami menambah 7 pasien lagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Meski telah terisi 9 tempat tidur, SKB tersebut masih menyisakan 43 tempat tidur. Para nakes yang didatangkan dari RSUD juga disiapkan untuk merawat para pasien. Begitu juga dengan keamanan isoter yang berada di tengah pemukiman warga. Husnul menjelaskan tak akan ada kasus pasien kabur karena mendapat penjagaan cukup ketat.

Untuk persyaratan pasien yang bisa dirawat di SKB, Husnul menyarankan para pasien harus mendapat rujukan dari puskemas terdekat. Kendati untuk pasien dengan gejala ringan, opsi menampung pasien tanpa gejala juga tetap bisa tertampung meski telah disarankan untuk isoman di rumah. Hal itu diperbolehkan jika fasilitas di rumah kurang memadai. “Misalnya saja sirkulasi udara cenderung tertutup hingga akses yang sulit dijangkau puskesmas bisa dirujuk ke sini dengan syarat mendapat rujukan dari puskesmas,” tutur mantan direktur RSUD Kota Malang itu.

Terkait adanya operan pasien dari RSL ke SKB, Husnul juga menyambutnya dengan baik. Namun tetap saja prosedur dengan adanya rujukan puskesmas harus dikantongi terlebih dahulu. (and/abm) Editor : Mardi Sampurno
#Membludak #COVID-19 #Pasien #radar malang #Isoter SKB #Isoter Ijen