Misal PT PLN (Persero), melalui Kepala Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang Krisantus H Setyawan mengatakan kendala utama dalam merealisasaikan hal ini adalah pendanaan. “Mengingat butuh biaya yang tak sedikit untuk pengadaan kabel-kabel tersebut, mengingat harganya juga tergantung dengan kurs dolar. Sedangkan PLN tak memiliki alokasi dana untuk hal tersebut,” katanya kepada Radar Malang.
Andaikan harus dipaksa ada kabel yang ditanam di bawah tanah maka dengan pertimbangan menghemat biaya, mantan Kepala UP3 Banyuwangi ini menyarankan, agar tidak semua kabel milik PLN yang harus ditanam di tanah. Dari 2 jenis kabel yang ada di kawasan Kajoetangan Heritage yakni Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan Jaringan Tegangan Menengah (JTM), disarankan hanya kabel yang JTR yang ditanam. Sedang JTM tetap dibiarkan seperti semula. Alasannya ukuran kabel JTR jauh lebih kecil ketimbang JTM.
Lalu kendala kedua adalah faktor keamanan dan efektifitas waktu perbaikan jika ada kendala pada jaringan. Pembetulan jaringan yang membentang di udara jauh lebih mudah dan cepat ketimbang yang di dalam tanah.
Jika jaringan tertanam di tanah, pastinya akan lebih lama waktu perbaikannya karena harus melacak letak troble jaringannya. “Apalagi juga harus ada perbaikan dari pembongkaran yang telah dilakukan tersebut, jelas memakan waktu dan biaya,” jelasnya.
Dia mencontohkan pemadaman listrik di Pulau Madura beberapa hari terakhir yang disebabkan semua jaringan yang menghubungkan tertanam di jembatan Suramadu. “PLN harus membongkar sebagian lapisan jembatan untuk menemukan kabel yang trobel sehingga bisa dilakukan pembetulan,” katanya. Jika kawasan Kajoetangan Heritage adalah sentra bisnisnya Kota Malang, bisa dibayangkan jika harus ada pemadaman listrik yang cukup lama. Tentunya gangguan roda bisnis makin besar.
Dia merencanakan dalam waktu dekat bisa bertemu Wali Kota Malang Sutiaji secara langsung untuk membicarakan hal ini.
Sebagaimana diberitakan, semrawutnya kabel di kawasan Kajoetangan Heritage menjadi target penyelesaian oleh Pemkot Malang. Pemkot berencana menanam jaringan kabel di kawasan tersebut di bawah tanah. Hal itu dilakukan setelah dilakukan perbaikan di kawasan zona tiga atau di sekitar patung Chairil Anwar yang dikerjakan akhir bulan ini. Penanaman kabel di bawah tanah itu rencananya bakal berlaku di sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Lebih tepatnya sejak dari Zona 1 di pertigaan Kantor PLN hingga ke zona 3 di Patung Chairil Anwar. Editor : Mardi Sampurno