Manajer Humas PT KAI Daop 8 Luqman Arif menjelaskan, momen Lebaran memang selalu diikuti kenaikan jumlah penumpang KA. Sejak dimulainya angkutan Lebaran pada 22 April 2022, Stasiun Malang telah memberangkatkan 23.201 penumpang ke berbagai daerah. KA jarak jauh tujuan Jakarta paling banyak mengangkut penumpang dari Malang. Disusul KA tujuan ke Bandung, kemudian Jember dan Banyuwangi.
Bagi pelanggan yang ingin menggunakan KA untuk mobilitas arus balik, Lukman mengingatkan beberapa hal. Di antaranya, melengkapi syarat-syarat melakukan perjalanan dengan KA yang berlaku hingga saat ini. Dia juga meminta pelanggan melihat jadwal keberangkatan KA yang tercetak di tiket. ”Pelanggan juga diminta untuk tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan ketika melakukan perjalanan untuk menghindari potensi kriminalitas selama dalam perjalanan,” pungkasnya.
Sementara itu, pergerakan masyarakat keluar Kota Malang juga terpantau dari kepadatan lalu lintas di jalan raya. Misalnya kemarin sore (3/5), Jalan A. Yani yang menuju arah luar kota dipadati kendaraan. Sangat kontras dengan jalur ke arah dalam kota yang sangat lengang. Kendaraan yang bergerak ke arah utara sudah terlihat merambat sejak pertigaan Masjid Sabilillah hingga jalur menuju gerbang Tol Singosari.
Rata-rata adalah kendaraan pribadi dengan pelat nomor Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, dan Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan sekitarnya. Peningkatan Lalu Lintas Harian (LHR) juga terbaca di lima gerbang tol yang terkoneksi dengan Malang Raya. Yakni gerbang Tol Purwodadi, Lawang, Singosari, Pakis ,dan Madyopuro. Project Manager PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) Indrawan Agustono mengungkapkan, dalam kondisi normal, jumlah kendaraan yang melintasi lima gerbang itu berada di kisaran angka 45 ribu.
Pada hari H Lebaran, jumlahnya meningkat menjadi 55.010 kendaraan. ”Rinciannya, mobil yang masuk Malang 24.108 unit dan keluar 30.902,” ujarnya. Dia memprediksi peningkatan lalu lintas harian di jalan tol akan terus terjadi hingga sepekan ke depan. (fin/fat) Editor : Mardi Sampurno