Terminal Madyopuro Digelontor Rp 4,5 Miliar

Mardi Sampurno • Dipublikasikan Jumat, 17 Juni 2022 | 17:00 WIB
Ilustrasi suasana Terminal Arjosari, Kota Malang saat mudik Lebaran beberapa tahun lalu
Ilustrasi suasana Terminal Arjosari, Kota Malang saat mudik Lebaran beberapa tahun lalu
MALANG KOTA - Keinginan Pemkot Malang untuk menyulap Terminal Madyopuro menjadi terminal wisata sejak 2021 lalu bakal terwujud tahun depan. Jika tak ada aral melintang, terminal tipe c itu mulai dirombak pada 2023. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 4,5 miliar dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023.

Sebelumnya sempat muncul keinginan untuk merealisasikan revitalisasi terminal itu tahun ini. Namun untuk mengalokasikan anggaran besar melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2022 yang dimulai bulan depan, dishub menilai cukup mepet. Sebab pada PAK itu mereka juga mengusulkan penambahan dua bus Malang City Tour (Macito) yang membutuhkan anggaran sebanyak Rp 2,8 miliar.

”DED (detail engineering design) kan sudah jadi, kami mau ada persiapan yang matang dulu hingga akhir tahun ini,” kata Plt Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto.

Dia menjelaskan, anggaran sebesar Rp 4,5 miliar akan digunakan untuk menambah sejumlah fasilitas penunjang lain. Sebab, terminal dengan luas 1,2 hektare yang digunakan sebagai rest area pertama menuju wisata Bromo itu masih belum layak digunakan saat ini. Dishub bakal menambah fasilitas penunjang seperti toilet, musala, pujasera dan ruang tunggu yang lebih memadai.

Meski ke depan bakal mendapat gubahan menjadi terminal wisata, Handi memastikan terminal tersebut tetap melayani masyarakat untuk naik angkot. Sebab, penggunaan terminal wisata baru dimulai saat malam hari. Yakni ketika kendaraan sewaan yang ratarata jenis jip masuk membawa wisatawan yang hendak ke Gunung Bromo. ”Pagi sampai sore, angkot masih beroperasi. Jadi nanti lebih tertata dan rapi layaknya terminal,” papar Handi.

Dengan konsep seperti itu, geliat terminal bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar mulai tahun depan. Misalnya dengan adanya pujasera, warga sekitar dapat berjualan di fasilitas tersebut. Terminal yang biasanya sepi itu ke depan bisa ramai dan lebih tertata.

Menanggapi rencana itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin meminta pemkot mengawali revitalisasi dengan sosialisasi ke warga setempat. Termasuk kepada para sopir angkot. Tujuannya untuk menghindari potensi terjadinya kesalahpahaman dengan pihak mana pun.

”Pemkot (Malang) memang serius mengembangkan wilayah timur (Kecamatan Kedungkandang) agar lebih maju. Tapi juga harus ada sinergi dengan warga, jangan sampai pembangunan yang dilakukan justru memicu ada gesekan,” tutur Fathol.

Jika dihitung, Pemkot Malang pada 2023 mendatang juga sibuk melakukan pembangunan lain di kecamatan tersebut. Salah satunya alun-alun. ”Tapi saya yakin semuanya sudah siap. Sudah ada kajian dan tinggal eksekusi saja,” tandasnya. (adn/fat) Editor : Mardi Sampurno
madyopuro Pemkot Malang Wisata dishub terminal APBD