Pembangunan tol Trans Jawa saat ini masih mandek di wilayah Probolinggo. Rencananya, tol itu akan dilanjutkan sampai wilayah Banyuwangi atau ujung timur Pulau Jawa. Setelah pembangunan tol tersebut usai, baru lah tol Malang-Kepanjen bakal dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Ir. Mohammad Zainal Fatah mengatakan, saat ini pihaknya masih berfokus pada pembangunan jalan tol yang merupakan back bone (tulang punggung) Pulau Jawa. Untuk pembangunan jalan tol penyangga, atau yang berada di sisi selatan, akan ditunda terlebih dahulu. Hal itu demi mempercepat pembangunan tol Trans Jawa. "Jadi misal tol di kota-kota ke bawah, pembangunannya menunggu berikutnya," terang Mohammad Zainal Fatah, usai mengisi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Malang, Senin kemarin. (20/6).
Pria kelahiran Pamekasan itu menyebut, kabinet periode kedua Presiden Joko Widodo tak ingin meninggalkan proyek mangkrak. Sehingga, pembangunan tol Trans Jawa harus selesai tahun 2023 atau maksimal 2024. Sehingga, sementara waktu pembangunan akan difokuskan di tol penghubung ujung barat dan ujung timur Pulau Jawa tersebut. "Ketika kami bangun, 2024 harus selesai. Karena kalau proyek mangkrak akan membebani pemerintah selanjutnya," tegasnya.
Sebagai informasi, proyek tol baru Malang-Kepanjen direncanakan memiliki rute sepanjang 29,79 kilometer. Berdasar data dari Kemen PUPR, start tol Kepanjen berada di exit Malang (Madyopuro). Setelah itu berlanjut melewati Lesanpuro, Buring, Jalan Mayjen Sungkono, Kendalpayak, Karangduren (Pakisaji), Genengan (Pakisaji), Ketawang (Gondanglegi), dan finish di Talangagung (Kepanjen). Di sepanjang jalur tersebut, rencananya ada lima exit tol. Exit pertama di Jalan Kyai Parseh, kemudian di Jalan Raya Genengan (Pakisaji), Jalan Raya Ketawang (Gondanglegi), perbatasan Kepanjen-Gondanglegi, dan exit lima di Talangagung, Kepanjen. (adk/abm) Editor : Mardi Sampurno